Showing posts with label makanan. Show all posts
Showing posts with label makanan. Show all posts

Makanan Yang Dapat Meningkatkan Efisiensi Otak Anda


nutrisi untuk otak
Menurut banyak survei yang telah dilakukan sampai sekarang, memiliki sarapan yang tepat dapat meningkatkan memori, meningkatkan konsentrasi dan cenderung untuk meningkatkan efisiensi otak anda.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah besar penelitian menyatakan bahwa makan asam lemak omega-3 sangat penting untuk memfungsikan dan untuk perkembangan otak karena dapat meningkatkan memori dan konsentrasi serta melindungi dari serangan jantung. Makanan kaya asam lemak omega-3 adalah : ikan (terutama ikan sarden, salmon, makarel, dll), biji rami, kacang, krokot, dll.

Roti, sereal, pasta, yang diperlukan untuk tubuh setiap hari juga dapat mengurangi risiko pembentukan kolesterol dan merupakan "bahan bakar" utama dari otak.

Kafein dalam dosis kecil adalah tonik, menginduksi dalam tubuh membuat anda terjaga dan membantu konsentrasi anda. Kafein terkandung dalam kopi, teh, cokelat, dan berbagai minuman energi, dll. Namun, penting untuk tidak berlebihan dalam mengkonsumsinya , karena dosis besar dapat menyebabkan kegugupan dan rangsangan.

Vitamin B (B1, B3, B5, B6, B12, dll) adalah nutrisi penting untuk fungsi otak yang tepat. Kekurangan vitamin B menyebabkan kurangnya konsentrasi, perubahan suasana hati intens, gugup dan iritasi, sering tidak memungkinkan anda untuk bersantai dan tidur. Makanan kaya vitamin B adalah : hati, ikan, daging, produk susu, sereal, buah-buahan, kacang, dll.

Asam folat berperan penting dan kurang dari itu telah dikaitkan dengan depresi. Makanan kaya asam folat adalah hati, kacang-kacangan, bayam, brokoli, pisang, dll.

Vitamin antioksidan seperti E dan C yang diperlukan untuk fungsi otak yang tepat dan juga dapat mempengaruhi konsentrasi dan memori. Vitamin C membantu dalam produksi hormon (seperti adrenalin), yang memiliki kemampuan untuk membantu tubuh Anda menghadapi stres. Sumber yang baik vitamin ini adalah kismis, jeruk, buah kiwi, paprika berwarna-warni, bayam, dll

Akhirnya, magnesium adalah logam penting yang mengaktifkan aksi vitamin B dan meningkatkan suasana hati yang baik. Jadi anda bisa makan pisang, biji wijen, almond dan produk susu yang kaya akan magnesium.

Inilah Kategori Makanan Sehat di Seluruh Dunia

Apa yang membuat makanan menjadi sehat? Secara teori tentu kita mengetahui konsep nutrisi dasar seperti sayuran, protein, makanan rendah garam, gula, serta tidak mengandung lemak jenuh.


Namun, dalam rangka ingin menjadi sehat, apakah orang-orang di Dubai atau orang di Thailand akan mengisi keranjang belanjaan mereka dengan bahan makanan yang sama dengan orang di Jakarta atau Denver, misalnya?


Dalam survei global mengenai kebiasaan makan sehat konsumen yang dilakukan AC Nielsen di 56 negara, terungkap kategori makanan sehat yang berbeda-beda di banyak negara.


Survei ini meminta 25.000 responden memilih 10 jenis daftar makanan yang sering mereka beli, yang mereka anggap sehat. Sekitar 53 persen responden di seluruh dunia mengatakan mereka secara aktif berusaha menjaga berat badan dan 78 persen mengatakan diet adalah upaya utama untuk langsing. Akan tetapi 59 persen responden mengaku mereka kesulitan mengartikan daftar nutrisi dalam kemasan.


Selain itu, mayoritas responden mengatakan mereka skeptis dengan klaim kesehatan dari produsen makanan, terutama produk yang berlabel "Alami" dan "Organik".


Berikut adalah daftar lengkap jenis makanan sehat yang paling sering dibeli oleh konsumen di berbagai negara:

ASIA

1. Yogurt yang mengandung bakteri
2. Minuman fermentasi
3. Makanan yang mengandung serat utuh
4. Susu kedelai
5. Roti yang ditambah vitamin





EROPA


1. Produk yang mengandung serat utuh
2. Garam beryodium
3. Yogurt yang mengandung bakteri baik
4. Butter dan pengganti minyak
5. Minuman fermentasi




AMERIKA LATIN


1. Produk yang mengandung serat utuh
2. Butter dan pengganti minyak
3. Yogurt dengan tambahan bakteri baik
4. Sereal yang mengandung folat
5. Minuman buah yang disuplementasi




TIMUR TENGAH


1. Jus buah yang disuplementasi
2. Butter dan pengganti minyak
3. Produk yang mengandung serat utuh
4. Garam beryodium
5. Yogurt dengan tambahan bakteri baik


AMERIKA UTARA


1. Produk yang mengandung serat utuh
2. Butter dan pengganti minyak
3. Roti yang diperkaya vitamin
4. Jus buah yang disuplementasi
5. Yogurt dengan bakteri baik


Sumber:
http://health.kompas.com

Definisi dan Proses Pembuatan Minuman Beralkohol

Minuman keras atau khmar adalah produk yang dihasilkan melalui proses fermentasi dengan menggunakan khamir (ragi sacharomyces cereviciae), pada bahan yang yang mengandung pati atau mengandung gula tinggi. Proses fermentasi adalah proses yang sudah dikenal sejak berabad tahun yang lalu. Pada zaman kehidupan Rasulullah saw , beliau melarang para sahabat untuk mengkonsumsi jus buah yang umurnya lebih dari 3 hari, atau ketika saribuah tersebut dalam kondisi menggelegak (berbuih). Berdasarkan penelitian para pakar, ternyata perasan sari buah yang sudah berumur lebih dari 3 hari tersebut, maka kandungan alcohol (ethanolnya sudah lebih dari 1 persen). Berdasarkan fakta inilah kemudian komisi Fatwa MUI menetapkan batas maksimal kandungan alcohol (sebagai senyawa tunggal, ethanol) yang digunakan sebagai pelarut dalam produk pangan yaitu 1 persen.

Bagi konsumen muslim, minuman yang merupakan hasil fermentasi yang menghasilkan minuman beralkohol adalah haram untuk dikonsumsi. Minuman keras atau sering disebut dengan minuman beralkohol tersebut diproduksi dari setiap bahan yang mengandung karbohidrat (pati) seperti biji-bijian, umbi-umbian , atau pun tanaman palma (seperti legen, kurma).

Alkohol sering dipakai untuk menyebut etanol, yang juga disebut grain alkohol; dan kadang untuk minuman yang mengandung alkohol (minuman beralkohol). Hal ini disebabkan karena memang etanol merupakan komponen utama dari bagian alkohol (bukan methanol atau grup alkohol lainnya) yang terdapat dalam minuman tersebut. Begitu juga dengan alkohol yang digunakan dalam dunia farmasi. Alkohol yang dimaksudkan adalah etanol. Namun, sebenarnya alkohol dalam ilmu kimia memiliki pengertian yang lebih luas.

Dalam kimia, alkohol adalah istilah yang lebih umum untuk senyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon, yang ia sendiri terikat pada atom hidrogen dan/atau atom karbon lain. Dilihat dari gugus fungsinya ini, alkohol memiliki banyak golongan. Golongan yang paling sederhana adalah metanol dan etanol. Sampai yang rumit seperti cyclohexanol (digunakan di industry nilon) yang membentuk cincin, juga sorbitol (pemanis yang sering kita jumpai di minuman manis berkemasan) yang berupa makromolekul.

Etanol, disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolut, atau alkohol saja, adalah sejenis cairan yang mudah menguap (volatile), mudah terbakar (flammable), tak berwarna (colorless), memiliki wangi yang khas dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Senyawa ini merupakan obat psikoaktif dan dapat ditemukan pada minuman beralkohol dan termometer modern. Etanol adalah salah satu obat rekreasi yang paling tua.

Etanol termasuk ke dalam alkohol rantai tunggal, dengan rumus kimia C2H5OH dan rumus empiris C2H6O. Ia merupakan isomer konstitusional dari dimetil eter. Etanol sering disingkat menjadi EtOH, dengan "Et" merupakan singkatan dari gugus etil (C2H5).

Dari penjelasan di atas, ringkasnya alkohol digunakan untuk tiga istilah:

Pertama: Alkohol untuk senyawa kimia yang memiliki gugus fungsional –OH, dan senyawanya biasa diakhiri kata alkohol atau –nol.

Contohnya, kandungan alkohol dalam madu lebah adalah: benzyl alkohol, beta-methallyl alkohol, ethanol, isobutanol, 2-butanol, 2-methyl-1-butanol, 3-methyl-1-butanol, 3-methyl-1-butanol, 3-pentanol, n-butanol, n-pentanol, n-propanol, phenylethyl alkohol.

Kedua: Alkohol biasa digunakan untuk menyebut etanol. Semacam yang biasa kita temui dalam parfum, mouth wash, deodorant, kosmetik, dsb.

Ketiga: Alkohol untuk minuman keras. Minuman ini biasa disebut minuman beralkohol (alkohol beverage) atau alkohol saja, dan sifatnya memabukkan. Di dalam minuman ini terdapat unsur etanol, namun bukan keseluruhannya.
Adapun alcohol yang sering disebut sebagai konsen dari minuman keras ini sebenarnya adalah senyawa ethanol (ethyl alcohol) suatu jenis alcohol yang paling popular digunakan dalam industri. Menurut peraturan Menteri Kesehatan No 86 tahun 1997, minuman beralkohol dibedakan menjadi tiga (3) golongan. Golongan A dengan kadar alcohol 1-5 % misalnya bir. Golongan B dengan kadar alcohol 5-20 % misalnya anggur dan Golongan C dengan kadar alcohol 20-55 % misalnya whisky dan brandy.

Adapun proses produksi fermentasi karbohidrat mencakup tiga (3) tahapan yaitu (1) pembuatan larutan nutrien, (2) fermentasi, dan (3) destilasi etanol. Destilasi adalah pemisahan ethanol dari cairan fermentasi. Adapun bahan-bahan yang mengandung gula tinggi, maka tidak memerlukan perlakuan pendahuluan yang berbeda dengan bahan yang berasal dari pati dan selulosa yang memerlukan penambahan asam (perlakuan kimia) maupun proses enzimatis (penambahan enzym) untuk menghidrolisisnya menjadi senyawa yang lebih sederhana.

Jika bahan-bahan untuk fermentasi berasal dari biji-bijian seperti gandum dan cereal lainnya, maka bahan tersebut harus di rendam dalam air (soaking) hingga berkecambah , direbus, diproses menjadi mash dan dipanaskan. Disamping penggunaan mikroorganisme pada proses fermentasi, kondisi optimal fermentasi harus dijaga seperti masalah aerasi, pH, suhu dan lain-lain. Beberapa pengelompokan minuman keras adalah sebagai berikut :

No Nama Bahan Baku Kadar Alkohol (%) Proof (2x % ethanol (v/v))
1 Beer Barley, Gandum 5 10
2 Anggur Buah anggur atau jenis lainnya 12 20-24
3 Brandy Anggur yang didestilasi 40-45 80-90
4 Whisky Barley,jagung dan lainnya 45-55 90-100
5 Rum Tetes tebu 45 90
6 Vodka Kentang 40-50 80-100


Topik Lainnya: kesehatan tips kesehatankimiasains, islamdunia islam

MI INSTAN, Digemari Sekaligus Ditakuti


Perkembangan Mi Instan

Mi adalah makanan yang terbuat dari adonan tepung terigu, telur, dan air yang sudah ditipiskan. Mi instan pertama kali diciptakan oleh Mamofuku Ando pada 25 Agustus 1958 di Jepang. Dia kemudian mendirikan perusahaan Nissin dan memproduksi mi instan dengan nama “chikin ramen”.

Mi mulai berkembang cukup pesat pada 1971 ketika Nissin memperkenalkan mi dalam gelas bermerk “Cup Noodle” dengan kemasan styrofoam anti air yang bisa digunakan untuk memasak mi. Inovasi berikutnya yaitu ditambahkannya sayuran kering sebagai pelengkap.

Menurut survey di Jepang pada 2000, mi instan adalah ciptakan terbaik Jepang abad 20. Hingga 2002, setidaknya ada 94 milyar porsi mi instan dikonsumsi tiap tahunnya di seluruh dunia. Saat ini, Indonesia merupakan produsen mi instan terbesar di dunia. Dalam hal pemasaran, pada 2005, China menduduki peringkat teratas dengan 45 milyar paket mi instan per tahun, disusul Indonesia dengan 14 milyar paket dan kemudian Jepang dengan 5,4 milyar paket. Namun, konsumsi mi instan terbanyak per kapita dipegang oleh Korea Selatan, dengan rata-rata 69 juta bungkus per tahun.


Kandungan Mi Instan

Dalam proses pembuatannya, mi instan sudah digoreng, sehingga bisa dimakan meski tidak dimasak. Namun, dimakan mentah atau matang, mi instan tetap saja termasuk makanan yang tidak sehat karena protein, vitamin, dan serat yang dikandungnya sangat rendah.

Mi instan merupakan makanan yang kaya karbohidrat. Dalam proses pembuatannya, mi instan mengalami penggorengan yang menyebabkan mi mengandung lemak jenuh (saturatedfat) dan lemak trans yang banyak (lemak trans adalah lemak tambahan yang dibuat saat gas hidrogen bereaksi dengan minyak dalam proses hidrogenasi). Proses hidrogenasi ini untuk meningkatkan kekerasan dan stabilitas rasa makanan.

Mi instan juga mengalami proses pemasakan lanjutan (instanisasi), yaitu dikukus dan digoreng atau dikeringkan dengan udara panas hingga titik gelatinisasinya, lalu dikemas. Proses ini memungkinkan tingkat kemasakan mi yang sempurna bisa dicapai hanya dalam 3-5 menit perebusan.

Dilihat dari nilai gizinya, selain mengandung banyak karbohidrat, mi juga mengandung zat tenaga dengan kandungan protein yang relatif rendah. Bahan tambahan makanan (BTM) pada mi instan umumnya adalah pengembang adonan, penstabil adonan, pembuat emulsi, pembuat tekstur, dan zat pewarna. Semuanya merupakan BTM kimiawi khusus untuk industri pangan. BTM pada bumbu mi instan biasanya adalah monosodium glutamat (MSG, atau vetsin) dan pemberi rasa.

Sumbangan gizi dalam semangkuk mi siap santap kemasan 75 gram adalah sekitar 8 gram protein, 45 gram karbohidrat, 15 gram lemak, dan sejumlah protein dan vitamin. Total energi yang diperoleh sekitar 350 kilokalori energi.

Kandungan nutrisi dalam sebungkus mi instan di Indonesia antara lain:
Karbohidrat 57 gram, serat makan 3 gram, gula 6 gram, natrium 730 mg,niasin 35%, asam folat 30%, asam pantotenat 20%, kalsium 4%, dan zat besi 40%. Kandungan ini cukup untuk memberi asupan nutrisi per kajian.


Bahan Pengawet dalam Mi Instan

MSG dalam mi instan membuat mi terasa gurih. Bumbu gurih ini menandakan mi instan mengandung banyak garam dapur dan juga MSG, terutama mineral natrium (sodium).

Bahan lain yang juga sempat heboh adalah lapisan lilin. Lilin atau zat kimia lain sejenis waxtersebut digunakan agar mi tidak lengket setika dimasak. Dugaan inilah yang memunculkan banyak anjuran agak tidak makan mi setiap hari. Tubuh manusia memerlukan setidaknya tiga hari untuk membersihkan lilin tersebut. Dugaan susulan lainnya adalah bahwa lilin tersebut karsinogenik (pemicu kanker). Namun, isu adanya lilin ini dibantah oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), dan juga oleh produsen mi.


Efek Mi Instan

Mi instan juga tergolong “junk food” yang berefek buruk pada kesehatan, terutama bila dimakan secara berlebih atau sering.

Konsumsi mi instan yang berlebihan bisa memicu dan memacu peningkatan asam lambung (maag), karena tingginya kandungan garam dan vetsin.

Kebutuhan natrium pada anak usia di atas 4 tahun dan dewasa berkisar 2400-2800 mg/hari. Satu bungkus mi instan bisa mengandung 400 hingga lebih dari 2800 mg/bungkus. Akibatnya, bila mengonsumsi garam secara terus-menerus dapat menyebabkan hipertensi. Dan ini bisa terjadi bahkan pada anak kecil sekalipun.

Pengawet dalam mi instan bisa termasuk Ethyl BenzoatMethyl P. Benzoat, Asam Benzoat,Calcium BenzoatPotassium Benzoat, dan Sodium Benzoat. Tiap bahan mempunyai batas yang berbeda-beda. Bila tidak melebihi batas, maka tidak akan menjadi masalah.

Orang yang menderita gangguan lambung disarankan tidak mengonsumsi mi, karena mi mengandung ragi sehingga akan menambah gas dalam lambung. Selain itu, MSG juga sebaiknya dihindari oleh pengidap tekanan darah tinggi. Natrium dalam MSG akan membuat tekanan darah tinggi meningkat.

Solusi

Sebaiknya, makanlah mi yang kaya protein dan kandungan garamnya tidak berlebihan. Agar asupan gizi lebih baik, tambahkan bahan-bahan lain untuk meningkatkan gizi mi. Bahan-bahan yang bisa ditambahkan adalah telur untuk meningkatkan kadar protein dan sayuran segar seperti wortel, tomat, kol, sawi, atau tauge agar kadar vitamin dan mineralnya meningkat. Bakso, kornet, sosis, dan irisan daging sapi atau ayam pun bisa dijadikan pelengkap.

Sesuai namanya, mi instan sebaiknya tidak dijadikan sebagai makanan pengganti makanan utama (nasi dsb). Makanlah mi instan maksimal 2 kali seminggu. Sebagai “pengganjal” perut darurat, mi instan boleh saja dikonsumsi, namun bukan untuk dimakan secara rutin.


Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari mi instan, cobalah ikuti tips berikut ini:

1.      Perhatikan kondisi kemasan saat membeli. Pilih yang bersih, tidak robek, memiliki tanggal kadaluarsa yang jelas, dan tidak mengempis saat kemasannya ditekan.
2.      Setelah dibuka, perhatikan tekstur dan warna mi. Warna tidak berubah dan kemasan bumbu tidak bocor dan rusak. Jika kemasan bumbu dibuka, tidak ada bau aneh atau warna yang berubah.
3.      Baca petunjuk memasak dengan cermat. Didihkan air secukupnya sesuai saran penyajian. Masukan mi dan masak sesuai waktu yang dianjurkan pada kemasan. Kelebihan waktu dan takaran air bisa mengubah rasa mi.
4.      Jika memasak mi rebus, jangan membuang air rebusannya meskipun warnanya keruh. Mi instan diperkaya mineral dan vitamin yang akan larut dalam air. Jika air dibuang, vitamin dan mineral tersebut pun ikut terbuang.


Konsumsi mi instan yang terlalu banyak pun akan menguntungkan negara lain. Hingga kini, bahan baku mi instan, gandum, masih diimpor dari negara lain.

Berdasarkan data BPOM, jumlah produk mi instan yang terdaftar di Indonesia adalah 663 item jenis dalam negeri dan 466 item jenis luar negeri.


Fakta dan Mitos Seputar Mi Instan

Mitos:
Penggunaan styrofoam berbahaya bagi kesehatan, apalagi jika styrofoam terkena air panas (ketika memasak cup noodle).

Fakta:
Styrofoam untuk mi instan terbukti aman digunakan, karena telah melewati standar BPOM.Cup yang dipakai untuk mi instan adalah styrofoam khusus untuk makanan. Cup ini memang bisa menyerap panas. Namun, karena proses pressing-nya memenuhi standar, molekulstyrofoam tidak larut bersama mi instan saat mi diseduh. Jika mi instan menempel pada cupketika diseduh, hal itu karena tingginya kadar minyak dalam mi.
Desain pun dibuat berbeda, yaitu dengan menambahkan gerigi di bagian atas sehingga tak langsung panas di tangan. Selain itu, expandable polysteren yang digunakan mi instan cuptelah melewati penelitian BPOM dan Japan Environment Agency sehingga memenuhi syarat untuk mengemas produk pangan.


Mitos: Mi instan kenyal karena berbahan baku karet.
Fakta: Tidak ada bahan karet dalam mi instan.
Mi instan dibuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi dan pilihan terbaik seperti tepung terigu yang sudah difotifikasi dengan zat besi, zinc, vitamin B1, B2, dan asam folat. Begitu pun dengan bumbu, yaitu bawang merah, cabe merah, bawang putih, dan rempah-rempah.


Mitos: Metode dua air terpisah adalah cara terbaik memasak mi.
Fakta: Air rebusan pertamalah yang justru mengandung banyak betakaroten tinggi.
Semua vitamin yang larut dalam air terdapat di air rebusan pertama. Apabila air rebusan pertama tadi diganti dengan air matang baru, semua vitaminnya hilang. Selain itu, minyaknyalah yang membuat mi lebih enak. Kandungan betakaroten dan tocoferol dalam minyak juga berguna sebagai kebutuhan gizi.


Mitos: Mi instan mengandung lilin sehingga airnya menguning ketika dimasak.
Fakta: Mi instan tidak mengandung lilin.
Lilin adalah senyawa inert untuk melindungi makanan agar tidak basah dan cepat membusuk. Lilin pun sebenarnya ada secara alami dalam apel dan kubis. Jika kubis dicuci, kubis tidak langsung basah. Jika apel digosok, apel akan mengkilap. Hal itu karena adanya lilin alami dalam kubis dan apel.
Dalam mi instan, yang merupakan produk kering, lilin sama sekali tidak dibutuhkan. Air yang menguning saat mi dimasak disebabkan proses deep frying yang berkadar minyak tinggi. Deepfrying dilakukan agar kadar air bisa ditekan sampai titik terendah, sehingga mi instan lebih awet. Kadar minyak ini tersisa pada mi dan menyebabkan mi mengkilap, dan air rebusan menguning dan berminyak.


Source:
detik; media indonesia; okezone; kompas; nova

Cari Resep Masakan Lezat Dengan Google Recipe


Bila Anda adalah termasuk seorang yang gemar memasak dan ingin lebih menyenangkan orang terdekat Anda? Kini Anda tak perlu merasa khawatir kemana harus berguru memasak dengan cara yang baik dan benar. Google sebagai penyedia layanan pencarian terkemuka saat ini, kabarnya baru saja telah memperkenalkan dan menyediakan layanan pecarian terbarunya yang memungkinkan penggunanya bisa secara mudah dan cepat menemukan hidangan yang tepat untuk segala suasana. Layanan pencarian Google terbaru ini dikenal dengan Google Recipe View.
Kavi Gole yang kini menjabat sebagai Product Manager di Google, mengungkapkan bahwasanya keberadaan layanan Google Recipe ini dapat membantu pengguna dalam mencari dan memilih resep yang tepat dengan memperlihatkan rating, bahan dan gambar yang jelas. sebagai contoh, pengguna dapat mencari resep tertentu seperti kue cokelat chip, topik-topik yang lebih terbuka lainnya seperti Strawberry guna menemukan resep-resep yang berkaitan dengan stroberi, dan bahkan mencari hal yang berkaitan dengan liburan ataupun peristiwa seperti cinco de mayo. Kini pengguna juga dapat melakukan pencarian berdasarkan bahan resep yang lebih ideal, waktu memasak dan banyaknya kandungan kalori dengan menggunakan recipe tool yang ada pada sisi kiri halaman.
Filter pencarian resep tidak tampil secara default, tapi selalu ada jika pengguna mengklik “more”. Pencarian jenis makanan dan resep apapun akan ter-trigger oleh sistem sehingga bisa mempersempit pencarian dan lebih cepat menampilkan hasilnya berupa resep. Dan pengguna dapat lebih mempersempit hasil pencarian tersebut dengan cara memilih bahan-bahan yang diinginkannya atau tidak, berapa lama masaknya dan seterusnya.
Google Recipe  ini merupakan tipe kelima yang didukung oleh Google, Sebenarnya tipe layanan ini telah diperkenalkan pada April 2010 yang lalu. Dan sejak saat itu, telah banyak situs-situs web  yang bisa menerapkannya.
Pihak Google sendiri kini telah menyediakan cukup data untuk mendukung filter pencarian khusus resep tersebut. Fitur ini telah diterapkan dan tersedia di Jepang, dan tidak tertutup kemungkinan juga akan segera dirilis untuk negara-negara yang lainnya. Lalu bagaimana dengan Indonesia sendiri?

Tehnik dan Teknologi Pengawetan Makanan

Tehnik dan Teknologi Pengawetan Makanan
Untuk mengawetkan makanan dapat dilakukan beberapa teknik baik yang menggunakan teknologi tinggi maupun teknologi yang sederhana. Caranya pun beragam dengan berbagai tingkat kesulitan, namun inti dari pengawetan makanan adalah suatu upaya untuk menahan laju pertumbuhan mikro organisme pada makanan. Berikut adalah beberapa teknik standar yang telah dikenal secara umum oleh masyarakat luas dunia.
1. Pendinginan
Teknik ini adalah teknik yang paling terkenal karena sering digunakan oleh masyarakat umum di desa dan di kota. Konsep dan teori dari sistem pendinginan adalah memasukkan makanan pada tempat atau ruangan yang bersuhu sangat rendah. Untuk mendinginkan makanan atau minuman bisa dengan memasukkannya ke dalam kulkas atau lemari es atau bisa juga dengan menaruh di wadah yang berisi es.
Biasanya para nelayan menggunakan wadah yang berisi es untuk mengawetkan ikan hasil tangkapannya. Di rumah-rumah biasanya menggunakan lemari es untuk mengawetkan sayur, buah, daging, sosis, telur, dan lain sebagainya. Suhu untuk mendinginkan makanan biasa biasanya bersuhu 15 derajat celsius. Sedangkan agar tahan lama biasanya disimpan pada tempat yang bersuhu 0 sampai -4 derajat selsius.
pendinginan Pengawetan Makanan

2. Pengasapan
Cara pengasapan adalah dengan menaruh makanan dalam kotak yang kemudian diasapi dari bawah.
Teknik pengasapan sebenarnya tidak membuat makanan menjadi awet dalam jangka waktu yang lama, karena diperlukan perpaduan dengan teknik pengasinan dan pengeringan.
pengasapan makanan

3. Pengalengan
Sistem yang satu ini memasukkan makanan ke dalam kaleng alumunium atau bahan logam lainnya, lalu diberi zat kimia sebagai pengawet seperti garam, asam, gula dan sebagainya. Bahan yang dikalengkan biasanya sayur-sayuran, daging, ikan, buah-buahan, susu, kopi, dan banyak lagi macamnya. Tehnik pengalengan termasuk paduan teknik kimiawi dan fisika. Teknik kimia yaitu dengan memberi zat pengawet, sedangkan fisika karena dikalengi dalam ruang hampa udara.
pengalengan makanan

4. Pengeringan
Mikro organisme menyukai tempat yang lembab atau basah mengandung air. Jadi teknik pengeringan membuat makanan menjadi kering dengan kadar air serendah mungkin dengan cara dijemur, dioven, dipanaskan, dan sebagainya. Semakin banyak kadar air pada makanan, maka akan menjadi mudah proses pembusukan makanan.
pengeringan makanan

5. Pemanisan
Pemanisan makanan yaitu dengan menaruh atau meletakkan makanan pada medium yang mengandung gula dengan kadar konsentrasi sebesar 40% untuk menurunkan kadar mikroorganisme. Jika dicelup pada konsenstrasi 70% maka dapat mencegah kerusakan makanan. Contoh makanan yang dimaniskan adalah seperti manisan buah, susu, jeli, agar-agar, dan lain sebagainya.
pemanisan makanan

6. Pengasinan
Cara yang terakhir ini dengan menggunakan bahan NaCl atau yang kita kenal sebagai garam dapur untuk mengawetkan makanan. Tehnik ini disebut juga dengan sebutan penggaraman. Garam dapur memiliki sifat yang menghambat perkembangan dan pertumbuhan mikroorganisme perusak atau pembusuk makanan. Contohnya seperti ikan asin yang merupakan paduan antara pengasinan dengan pengeringan.

pengasinana makanan

7 Rempah-Rempah Yang Menyehatkan Tubuh

7 Rempah-Rempah Yang Menyehatkan Tubuh
Menambahkan rempah-rempah ke dalam masakan tak hanya menyempurnakan rasa, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Di antaranya, menurunkan kolesterol dan mencegah kanker.

Tapi, tidak semua jenis rempah yang ada di sekitar kita, memiliki manfaat itu. Berikut ini merupakan daftar rempah yang mengandung manfaat bagi kesehatan Anda sekeluarga.

1. Cabai Merah
Senyawa capsaicin menimbulkan rasa pedas pada cabai. Manfaatnya dapat menurunkan risiko kanker kulit dan usus besar. Studi menunjukkan konsumsi cabai juga membantu orang makan lebih sedikit kalori.

2. Pala
Pala mengandung senyawa antibakteri yang dapat membantu memerangi listeria, e coli, dansalmonella. Coba tambahkan buah pala saat memasak. Selain menambah aroma, rempah ini juga mengandung banyak khasiat.

3. Jinten
Jinten mengandung antioksidan dan anti-inflamasi yang dapat membantu menghentikan pertumbuhan tumor. Agar menyehatkan dan menambah rasa, bubuhi daging dengan jinten sebelum dimasak.

4. Kunyit
Kunyit mengandung komponen aktif yang disebut curcumin, yang dapat menghentikan kanker dan mencegah agar tak menyebar. Tak hanya itu, kunyit juga bisa membantu mencegah diabetes tipe 2. Menggunakan kunyit dalam sup, semur dan masakan kari membuat rasanya lebih istimewa.

5. Kayu manis
Hanya seperempat sampai setengah sendok teh sehari kayu manis bisa menurunkan gula darah, kolesterol jahat ( LDL ), dan trigliserida pada orang dengan diabetes tipe 2. Jika ingin menikmati sensasi rasanya, ditaburkan pada oatmeal atau saus apel.

6. Sage
Rempah-rempah ini dapat membantu Anda menurunkan kolesterol dan tekanan darah dan umumnya mengurangi risiko penyakit jantung.

7. Rosemary
Rosemary bermanfaat menghentikan mutasi gen yang dapat menyebabkan kanker dan dapat membantu mencegah kerusakan pada pembuluh darah yang meningkatkan risiko serangan jantung.

Jika Anda ingin meningkatkan hidup lebih sehat, pertimbangkanlah untuk memakai rempah-rempah itu pada masakan Anda.

Tanda-Tanda Anda Telah Keracunan Makanan

Tanda-Tanda Anda Telah Keracunan Makanan
Keracunan makanan sering terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan yang mengandung racun seperti bakteri, virus atau parasit. Apa saja tanda-tanda yang timbul pada tubuh akibat keracunan makanan?

Bila kasus yang terjadi cenderung ringan hingga sedang umumnya bisa diatasi sendiri tanpa perlu perawatan medis, sedangkan jika parah yang mungkin bisa mengancam nyawa harus mendapatkan pertolongan medis.

Beberapa tanda yang muncul jika seseorang mengalami keracunan makanan seperti dikutip dari Livestrong, yaitu:


Perut kram
Ilmuan dari University of Maryland Medical Center menuturkan kram perut umumnya terjadi segera setelah mengonsumsi makanan, atau dalam waktu 12-72 jam. Kondisi ini merupakan salah satu usaha penolakan tubuh terhadap zat beracun. Kram perut umumnya hilang sendiri dalam waktu 4-7 hari, tapi jika kram perutnya parah sebaiknya segera mencari bantuan medis.

Muntah dan diare
Muntah dan diare merupakan efek yang umum dari keracunan makanan yang merupakan usaha tubuh untuk membersihkan diri dari racun yang tertelan. Kram perut yang timbul bisa membuat muntah dan diare menjadi lebih parah. Jika muntah dan diare berlangsung terus menerus bisa menyebabkan hilangnya nutrisi penting. Kondisi ini bisa dicegah dengan mencuci tangan serta menjaga kebersihan diri dan kebersihan makanan.

Dehidrasi
Dehidrasi berarti kehilangan cairan tubuh, elektrolit dan juga mineral yang berpotensi serius terhadap kesehatan. Kondisi ini umumnya diperparah dengan adanya muntah dan diare.

Bayi dan orang tua dengan penyakit kronis atau penyakit yang melemahkan sistem kekebalan tubuh lebih memungkinkan mengalami dehidrasi parah.

Untuk dehidrasi yang parah biasanya membutuhkan cairan pengganti langsung dari intravena. Untuk mencegah dehidrasi sebaiknya tetap minum air yang banyak atau minuman yang mengandung elektrolit

Makanan yang baik dikonsumsi ketika keracunan makanan adalah pisang, nasi, apel dan roti, setelah dua hari atau lebih boleh mengonsumsi kentang, wortel yang dimasak, biskuit serta buah dan sayuran lainnya.

Sedangkan untuk cairannya bisa minum air putih, minuman olahraga, teh herbal dan jus buah (selain jus pir dan jus apel karena bisa memicu diare).

Selain itu ada beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari yaitu makanan berlemak, makanan kaya serat, terlalu banyak gula, pedas, minuman kafein dan soda.



Berapakah Idealnya Konsumsi Gula?7 Rempah-Rempah Yang Menyehatkan TubuhSerangga Bisa Menjadi Sumber Protein Yang Lebih Efisien dan Ramah LingkunganCari Resep Masakan Lezat Dengan Google RecipeDefinisi dan Fungsi Vitamin
Macam dan Jenis Garam Mineral yang Dibutuhkan Oleh Tubuh
Alasan Tidak Boleh Minum Obat dengan Susu
Diet Zat Besi Atasi Kerontokan Rambut

Berapakah Idealnya Konsumsi Gula?

Berapakah Idealnya Konsumsi Gula?
Siapa yang tak suka manisnya gula. Hampir semua makanan dan minuman pun mengandung gula. Mulai dari menu sarapan hingga menu kudapan mengandung rasa manis.

Memang, gula memberikan energi dan kesenangan tersendiri. Tapi ingat juga, berlebihan mengonsumsinya bisa merugikan kesehatan dan merusak program diet Anda.

Walau kondisinya seperti itu, bukan berarti Anda dilarang mengonsumsi makanan yang mengandung gula. Hanya saja, perlu ada batasannya.

Anda perlu menyadari bahwa dalam jus, saus, selai, jeli, kue, puding, madu, dan es krim yang merupakan sumber kalori yang cepat, mengandung gula.

Kelebihan asupan kalori tidak hanya memicu penambahan bobot tubuh secara cepat, tapi juga memicu obesitas yang merupakan faktor risiko utama diabetes dan penyakit jantung.

Bagi Anda yang aktif tidak perlu khawatir karena sistem tubuh Anda mampu membakar banyak kalori.  Tapi bagi yang mengidap diabetes, sebaiknya betul-betul mengontrol asupan gula dan karbohidrat supaya kadar gula darah terkendali.

Kecenderungan yang terjadi belakangan ini, semakin banyak orang yang gemar mengonsumsi makanan kemasan dan minuman bersoda. Bila diakumulasi, ternyata asupan gula yang masuk ke tubuh bisa mencapai hampir 20 sendok makan setiap hari!

Itu jauh dari tingkat konsumsi gula yang dianjurkan WHO, yakni maksimal 12 sendok teh gula (48 gram) dalam diet 2.200 kalori untuk orang normal, dengan kata lain sekitar 9 persen dari kalori harian Anda.

Gula bisa secara alami terkandung dalam makanan, terutama buah-buahan segar. Karena itu, sebenarnya Anda tidak memerlukan tambahan gula lagi. Gula yang Anda konsumsi akan dikonversi menjadi glukosa dalam darah, lalu memberikan Anda energi.

The American Heart Association merekomendasikan bahwa asupan tambahan gula seorang wanita tidak boleh lebih dari enam sendok teh sehari (100 kalori), untuk pria sembilan sendok teh (150 kalori) per hari.

Bila Anda mengonsumsi makanan kemasan, periksa label nilai gizinya. Cari tahu berapa kandungan karbohidrat dan kata-kata yang diakhiri dengan 'ose' atau 'ol,' glukosa, fruktosa, dekstrosa, maltosa, sukrosa, laktosa, manitol, sorbitol, yang semuanya merupakan bentuk gula. Jagung, sorgum dan sirup fruktosa biasanya ditambahkan sebagai pemanis untuk minuman. Madu, molase dan gula merah, juga memberikan tambahan kalori.

Menurut para ahli kesehatan, 2 sampai 10 gram gula yang ditambah per 100 gram makanan adalah jumlah moderat gula, tujuh gram gula, sama dengan satu sendok makan gula.