Showing posts with label indonesia. Show all posts
Showing posts with label indonesia. Show all posts
Bandros, Sistem Operasi Ponsel Buatan Indonesia dari LIPI
Tuesday, August 27, 2013
Phenefendi
bandros,
indonesia,
LIPI,
news,
operating sistem,
sistem operasi,
teknologi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), sedang mengembangkan sistem operasi mobile (ponsel) yang diberi nama Bandung Raya Operating System (Bandros) yang dikembangkan dari basis open source Linux, ditujukan untuk komersial yang menyasar segmen korporat.
Penyempurnaan Bandros telah dilakukan selama 1 tahun belakangan. Segmen pasar korporat yang bisa menjadi basis pengguna OS ini seperti rumah sakit, kepentingan sensus dan pemilu, serta kegiatan intelijen.
Menurut keterangan Kepala Pusat Penelitian Informatika LIPI L.T. Handoko, pengembangan Bandros telah dimulai sejak 2006 bersamaan dengan sistem operasi IGOS Nusantara 2006. IGOS Nusantara ditujukan untuk laptop dan desktop, sedangkan Bandros untuk telepon selular.
Bandros dapat digunakan untuk panggilan darurat dan pelacak keberadaan pasien. Selain itu, untuk kepentingan internal perusahaan dan pemerintah. Dia mencontohkan, Bandros dapat digunakan untuk membantu sensus penduduk atau pemilu. Misalnya untuk rekapitulasi data pemilu, disebar ke TPS. Atau untuk pengisian data Keluarga Berencana (KB). Disamping itu Bandros juga akan menyasar berbagai lembaga survei.
Untuk perangkat keras Bandros menggunakan pasokan dari PT. INTI yang sempat memproduksi komponen untuk vendor ponsel lokal yakni IMO. Selain itu, LIPI juga menggunakan perangkat keras impor dari China. Untuk harga, Handoko mengklaim mampu membuat ponsel Bandros dengan harga berkisar Rp350.000 hingga Rp500.000. Ada pun, harga akan disesuaikan dengan kebutuhan klien.
Selain menyediakan perangkat keras dan perangkat lunak, LIPI juga menyediakan jasa server untuk menampung data klien. Saat ini LIPI memiliki pusat data di Cibinong. Jika klien membutuhkan, LIPI mampu menyediakan server untuk menampung jumlah data yang lebih banyak.
“Yang akan kami pasarkan bukan ponsel dengan sistem operasinya saja, tetapi end to end enterprise solution. Kami dapat menyesuaikan kebutuhan konsumen dengan BandrOS,” tambah Handoko.
Adapun, pemilihan segmen pasar korporat dengan kebutuhan khusus, kata Handoko memiliki celah bisnis yang lebih luas daripada harus bersaing dengan ponsel multi purpose seperti bersistem operasi Android. Namun, saat ini solusi korporat ini belum dipasarkan oleh LIPI. Handoko menyebutkan pihaknya masih bernegosiasi untuk membahas pembagian royalti dengan pihak ketiga.
Pada peluncuran, LIPI memamerkan prototipe ponsel pintar berbasis Bandros dengan menggunakan prosesor MTK 6575-Cortex A9 1GHz yang sudah mampu menggunakan jaringan GSM. Tak hanya itu, prototipe ini menggunakan layar sentuh, dual SIM, dan kamera 2 MP. LIPI membagikan 15 prototipe kepada pimpinan kementerian dan lembaga yang hadir.
Penelitian BandrOS pada awalnya dianggarkan sebesar Rp250 juta. Namun, LIPI hanya menghabiskan Rp50 juta saja.
Selain Bandros, saat ini Pusat Penelitian Informatika LIPI menyiapkan aplikasi early warning system (EWS) untuk bencana alam seperti tsunami. Aplikasi ini bersifat open source dan nantinya dapat digunakan pada sistem operasi manapun.
Via: Harian Jogja
DreadOut, Game PC horor Indonesia diluncurkan
Game DreadOut dibuat oleh Digital Happiness, pengembang game indie asal Indonesia. DreadOut membawa Anda pada petualangan supranatural dunia horor Indonesia.
Game ini dimulai ketika sekelompok siswa SMA menyimpang dari perjalanan liburan mereka, mereka menemukan sebuah kota tua yang sepi. Mereka mulai menyadari bahwa sesuatu yang jahat terjadi segera setelah mereka memasuki kota.
Linda, sebagai protagonis utama, merasakan gejolak dari kekuatan mistik dan aneh dalam dirinya sendiri. Kekuatan rohani mungkin hanya satu-satunya cara untuk menyelamatkan dirinya dan teman-temannya dari kejahatan yang tidak diketahui.
Linda memiliki banyak gadget modern yang dimilikinya termasuk smartphone, kamera digital, dan kamera video digital. Dengan instrumen ini dia bisa berinteraksi dan menangkap berbagai jenis Hantu unik yang Anda akan belum pernah lihat sebelumnya, dan juga memecahkan banyak teka-teki yang bervariasi dari kota sepi.
Siapkah Anda memainkan game ini?
KRI Klewang 625 Kapal Siluman (stealth) Paling Canggih TNI AL
KRI Klewang merupakan kapal berlunas tiga (trimaran) yang baru dilakukan peluncurannya di Banyuwangi Jawa Timur. Kapal yang diproyeksikan sebagai kapal cepat rudal dan mampu melaksanakan operasi keamanan laut serta tempur laut ini akan melengkapi jajaran Kapal Republik Indonesia (KRI) yang sudah ada.
Kehadiran kapal yang sudah resmi mendapat nama KRI Klewang ini memang sudah ditunggu-tunggu. Proyek yang merupakan hasil garapan bareng PT Lundin Industry Invest dengan TNI AL ini memancing penasaran bagi para pemerhati dunia militer: apakah Trimaran X3K yang rancang bangunnya melibatkan putra-putri terbaik bangsa benar-benar akan menjadi kekuatan pemukul di lautan seperti yang diharapkan.
Sejak program riset dan pengembangan dimulai pada 2007 hingga kemarin, jeroan kapal perang yang digadang sebagai kapal siluman (stealth) paling canggih milik TNI AL, KRI Klewang menjadi misteri karena memang dirahasiakan.
Masyarakat hanya bisa melihat purwarupa atau desain luarnya. Juga sejumlah spesifikasi teknis seperti ukuran kapal, kecepatan, dan beberapa spesifikasi dasar lainnya. Dari gambarnya terlihat kapal ini mempunyai bentuk lunas yang radikal, dan diklaim sebagai kapal berlunas banyak terbesar di Asia Tenggara. Dengan bentuk demikian, kapal bisa melaju dengan kecepatan lebih dari 30 knots dan mampu menembus ombak setinggi 6 meter.
Sedangkan bodinya yang memiliki panjang 63 meter dibungkus komposit berbahan dasar karbon fiber. Material ini sangat istimewa karena tidak menginduksi panas dan lebih kuat daripada baja, tapi lebih ringan hingga kapal ini tidak bisa dideteksi radar. Dengan keistimewaan dan desain ergonomis yang membuat kapal mampu beroperasi sepuluh hari secara terus-menerus, plus rudal C-705 yang berdaya jelajah hingga 120 km.
Konon persenjataan disembunyikan di dalam bodi kapal, KRI Klewang akan mampu menguasai medan lautan di Tanah Air, mendukung operasi komando, serta menjadi kekuatan pemukul yang menakutkan.
KRI Klewang layak menjadi kebanggaan rakyat Indonesia sebagai salah satu alutsista andalan yang diproduksi industri pertahanan nasional.
Sejatinya, kebanggaan terhadap kehadiran KRI Klewang bukan sekadar kecanggihan dan kemampuan tempur kapal tersebut, melainkan keberanian Indonesia membangun sendiri alutsista canggih yang selama ini hanya dikuasai segelintir negara maju. Proses yang dilalui mulai dari pembuatan keputusan, desain, hingga produksi ibarat mewujudkan sebuah mimpi besar.
Mimpi besar itu hanya akan menjadi angan jika tidak ada niat dan kesungguhan untuk mewujudkannya. Ternyata, mimpi membangun sendiri kapal cepat rudal trimaran dengan kemampuan stealth bisa terwujud. Momentum peluncuran hari ini hendaknya akan melambungkan kepercayaan diri bangsa ini menjadi reinforcing force untuk membangun mimpi-mimpi besar lainnya: membangun rudal, pesawat tempur, kendaraan tempur, tank, kapal tempur, kapal selam, dan berbagai alutsista canggih secara mandiri.
Sejauh ini pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertahanan, sudah on the right track, yakni memprioritaskan produksi dalam negeri untuk persenjataan ringan, melakukan kerja sama untuk persenjataan canggih. Tetapi ke depan hendaknya porsi belanja dalam negeri diperbesar untuk memberi kesempatan produsen lokal seperti PT DI, PT Pindad, PT Palindo, PT Lundin, Sari Bahari, dan lainnya tumbuh dan berkembang.
Mencontoh KRI Klewang, dengan dukungan yang besar untuk memenuhi target military essential force (MEF), pemerintah, TNI, dan produsen dalam negeri hendaknya terus dan berani membuat terobosan untuk mengembangkan alutsista sesuai karakteristik Nusantara dan perkembangan kemajuan zaman.
Sumber:
http://nasional.sindonews.com/
http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=16210540
Ina Geoportal, Peta Interaktif Informasi Geospasial Indonesia
Ina-Geoportal, suatu portal informasi geospasial Indonesia dari berbagai instansi yang dibangun Badan Informasi Geospasial (BIG-dulu Bakosurtanal) dan bisa dibuka di http://tanahair.indonesia.go.id. Mentri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta menyatakan Ina Geoportal berisi peta geospasial yang dikelola oleh BIG adalah wujud implementasi UU No 4 Tahun 2011.
Ina Geoportal berisi jaringan data geospasial dari beberapa instansi yang memiliki data geospasial dan diintegrasikan menjadi satu portal. Dalam Ina Geoportal rencananya terdapat kurang lebih data geospasial dari 57 kementrian atau lembaga (K/L), 33 provinsi, dan 500 kabupaten dan kota. Namun, hanya 24 instansi, propinsi, kabupaten yang terintegrasikan dalam Ina Geoportal.
UU Nomor 4/2011 tentang Informasi Geospasial memberi wewenang kepada BIG sebagai lembaga satu-satunya yang membuat peta dasar. Itu karena BIG membuat peta berdasarkan sistem jaring kontrol geodesi, menggunakan layer kontur atau tiga dimensi
Ina-geoportal merupakan peta interaktif, untuk sharing, drag and drop dan lain-lain seperti GIS Application.
Akhir 2012, BIG akan selesai memperbaharui peta dasar nusantara dengan ketelitian 1:250.000, yang akan terus dilanjutkan dengan 1:50.000, 1:25.000, hingga 1:1.000 sesuai amanat UU dimana halaman rumah akan jelas terlihat.
Ina Geoportal berisi jaringan data geospasial dari beberapa instansi yang memiliki data geospasial dan diintegrasikan menjadi satu portal. Dalam Ina Geoportal rencananya terdapat kurang lebih data geospasial dari 57 kementrian atau lembaga (K/L), 33 provinsi, dan 500 kabupaten dan kota. Namun, hanya 24 instansi, propinsi, kabupaten yang terintegrasikan dalam Ina Geoportal.
UU Nomor 4/2011 tentang Informasi Geospasial memberi wewenang kepada BIG sebagai lembaga satu-satunya yang membuat peta dasar. Itu karena BIG membuat peta berdasarkan sistem jaring kontrol geodesi, menggunakan layer kontur atau tiga dimensi
Ina-geoportal merupakan peta interaktif, untuk sharing, drag and drop dan lain-lain seperti GIS Application.
Akhir 2012, BIG akan selesai memperbaharui peta dasar nusantara dengan ketelitian 1:250.000, yang akan terus dilanjutkan dengan 1:50.000, 1:25.000, hingga 1:1.000 sesuai amanat UU dimana halaman rumah akan jelas terlihat.
Mobil-mobil Karya Anak Indonesia yang Terabaikan
Daftar mobil karya anak bangsa yang tidak mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah.
Komodo: Mobil ini merupakan kreasi PT Fin Komodo Indonesia yang berpusat di Cimahi Jawa Barat. Mobil offroad jenis Cruiser ini dirancang oleh salah satu desainer pesawat CN-250 Gatotkaca, Ibnu Susilo.
Komodo diklaim mampu melintasi hutan sejauh 100 Km dalam waktu 6-7 jam, dan tingkat konsumsi bahan bakar kurang lebih hanya 5 liter. Mobil dua penumpang ini, juga dapat digunakan untuk mengangkut beban (barang bawaan) seberat 250 Kg, sehingga dapat juga berfungsi sebagai kendaraan utility. Komodo punya fitur self-recovery yang membuatnya tidak bisa terguling.
Tawon: Mobil Tawon diproduksi PT Super Gasindo Jaya. Tawon merupakan calon mobil nasional yang paling siap diproduksi. Tawon telah mengadopsi sistem suspensi depan ferguson dan suspensi belakang per pegas daun. Sedangkan sistem injeksi bahan bakar masih menggunakan karburator.
Dengan mesin 650 cc, Tawon mampu melaju dengan kecepatan maksimal 90 km/jam dengan putaran torsi maksimal 5.300 rpm. Konsumsi bahan bakar boleh dibilang irit. Saat dilakukan uji coba, tercatat 1 liter bensin mampu menempuh jarak 25 kilometer.
Gea: Gea merupakan mobil hasil riset PT INKA (Industri Kereta Api) dengan mesin Rusnas (Riset Unggulan Strategis Nasional). Mobil mungil ini dibekali mesin berkapastias 650 cc, dan dapat dipacu sampai dengan kecepatan 90 km/jam. Mobil ini sudah sampai tahap uji coba produksi.
Mobil jenis city car ini diklaim memiliki beberapa keunggulan dari segi fitur dan desain. Dan digadang-gadang mampu bersaing dengan mobil China, Chery QQ.
Marlip: Marlip adalah mobil listrik yang cocok digunakan untuk mobil golf dan mobil keamanan. Mobil ini merupakan hasil pengembangan dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan dipasarkan PT Marlip Indo Mandiri. Marlip juga punya varian mobil empat penumpang dengan kecepatan mencapai 50 km/jam dengan jarak tempuh maksimal 120 km.
Maleo: Maleo merupakan calon mobil nasional yang dikembangkan pada tahun 1993, oleh IPTN yang bekerjasama dengan Rover, Inggris dan Millard Design Australia. Tapi sayangnya, akibat krisis moneter 1997, proyek ini terhenti.
Wakaba: Mobil Wakaba (Wahana Karya Anak Bangsa) adalah buatan komunitas otomotif dan Disperindag Jawa Barat. Kendaraan ini dirancang untuk berbagai jenis, yakni mobil pengolah lahan, mobil angkut hasil pertanian, mobil pengolahan hasil pertanian, mobil angkutan umum pedesaan, mobil perkebunan serta mobil penjualan.
Timor: Mungkin ini mobil nasional yang terbilang cukup sukses di tahun 90-an. Timor (Teknologi Industri Mobil Rakyat), sejatinya adalah mobil KIA Sephia dengan ide mengimpor mobil namun dengan komponen lokal. Bersamaan dengan Timor, hadir juga Bimantara dengan produknya Bimantara Cakra.
Esemka Digdaya: Esemka Digdaya adalah proyek mobil nasional yang dikerjakan oleh siswa SMK 1 Singosari Malang. Mobil double kabin ini menggunakan kerangka Isuzu Panther dengan suspensi dari Mitsubishi L300.Sedangkan dapur pacunya, mobil ini mengadalkan mesin injeksi eks Timor berkapasitas 1.500 cc. Pembuatan mobil prototipe ini menghabiskan biaya sekitar Rp100-175 juta.
Tapi sayangnya, mobil-mobil karya anak bangsa ini tidak mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Mereka bahkan tidak dapat tempat atau stand khusus dalam ajang pameran otomotif terbesar di tanah air, IIMS (Indonesia Internasional Motor Show).
Pemerintah terlihat lebih memberikan porsi yang lebih besar kepada produsen-produsen luar negeri, seperti Jepang, Korsel, dan China.
Sumber: www.VIVAnews.com
Komodo: Mobil ini merupakan kreasi PT Fin Komodo Indonesia yang berpusat di Cimahi Jawa Barat. Mobil offroad jenis Cruiser ini dirancang oleh salah satu desainer pesawat CN-250 Gatotkaca, Ibnu Susilo.
Komodo diklaim mampu melintasi hutan sejauh 100 Km dalam waktu 6-7 jam, dan tingkat konsumsi bahan bakar kurang lebih hanya 5 liter. Mobil dua penumpang ini, juga dapat digunakan untuk mengangkut beban (barang bawaan) seberat 250 Kg, sehingga dapat juga berfungsi sebagai kendaraan utility. Komodo punya fitur self-recovery yang membuatnya tidak bisa terguling.
Tawon: Mobil Tawon diproduksi PT Super Gasindo Jaya. Tawon merupakan calon mobil nasional yang paling siap diproduksi. Tawon telah mengadopsi sistem suspensi depan ferguson dan suspensi belakang per pegas daun. Sedangkan sistem injeksi bahan bakar masih menggunakan karburator.
Dengan mesin 650 cc, Tawon mampu melaju dengan kecepatan maksimal 90 km/jam dengan putaran torsi maksimal 5.300 rpm. Konsumsi bahan bakar boleh dibilang irit. Saat dilakukan uji coba, tercatat 1 liter bensin mampu menempuh jarak 25 kilometer.
Gea: Gea merupakan mobil hasil riset PT INKA (Industri Kereta Api) dengan mesin Rusnas (Riset Unggulan Strategis Nasional). Mobil mungil ini dibekali mesin berkapastias 650 cc, dan dapat dipacu sampai dengan kecepatan 90 km/jam. Mobil ini sudah sampai tahap uji coba produksi.
Mobil jenis city car ini diklaim memiliki beberapa keunggulan dari segi fitur dan desain. Dan digadang-gadang mampu bersaing dengan mobil China, Chery QQ.
Marlip: Marlip adalah mobil listrik yang cocok digunakan untuk mobil golf dan mobil keamanan. Mobil ini merupakan hasil pengembangan dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan dipasarkan PT Marlip Indo Mandiri. Marlip juga punya varian mobil empat penumpang dengan kecepatan mencapai 50 km/jam dengan jarak tempuh maksimal 120 km.
Maleo: Maleo merupakan calon mobil nasional yang dikembangkan pada tahun 1993, oleh IPTN yang bekerjasama dengan Rover, Inggris dan Millard Design Australia. Tapi sayangnya, akibat krisis moneter 1997, proyek ini terhenti.
Wakaba: Mobil Wakaba (Wahana Karya Anak Bangsa) adalah buatan komunitas otomotif dan Disperindag Jawa Barat. Kendaraan ini dirancang untuk berbagai jenis, yakni mobil pengolah lahan, mobil angkut hasil pertanian, mobil pengolahan hasil pertanian, mobil angkutan umum pedesaan, mobil perkebunan serta mobil penjualan.
Timor: Mungkin ini mobil nasional yang terbilang cukup sukses di tahun 90-an. Timor (Teknologi Industri Mobil Rakyat), sejatinya adalah mobil KIA Sephia dengan ide mengimpor mobil namun dengan komponen lokal. Bersamaan dengan Timor, hadir juga Bimantara dengan produknya Bimantara Cakra.
Esemka Digdaya: Esemka Digdaya adalah proyek mobil nasional yang dikerjakan oleh siswa SMK 1 Singosari Malang. Mobil double kabin ini menggunakan kerangka Isuzu Panther dengan suspensi dari Mitsubishi L300.Sedangkan dapur pacunya, mobil ini mengadalkan mesin injeksi eks Timor berkapasitas 1.500 cc. Pembuatan mobil prototipe ini menghabiskan biaya sekitar Rp100-175 juta.
Tapi sayangnya, mobil-mobil karya anak bangsa ini tidak mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Mereka bahkan tidak dapat tempat atau stand khusus dalam ajang pameran otomotif terbesar di tanah air, IIMS (Indonesia Internasional Motor Show).
Pemerintah terlihat lebih memberikan porsi yang lebih besar kepada produsen-produsen luar negeri, seperti Jepang, Korsel, dan China.
Sumber: www.VIVAnews.com
Apakah Radioaktif Jepang Bisa Sampai Indonesia?
Masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir akan adanya radiasi nuklir Jepang. Pasalnya arah angin tidak berhembus ke arah Indonesia melainkan ke arah timur Jepang.
Kecil kemungkinannya Indonesia terkena radiasi dari Jepang karena angin tidak mengarah kepada kita, kata Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG, Kukuh Ribudiyanto, seperti dilansir vivanews.com
Indonesia yang berada di sebelah selatan Jepang dan berjarak lebih dari 4.000 km tidak akan terkena radiasi tersebut karena pada bulan ini angin berhembus ke arah timur. Sedangkan pada bulan April, angin akan berhembus dari Australia melalui Indonesia ke arah China.
Posisi Indonesia yang membelakangi Jepang membuat Indonesia aman dari radiasi. Masyarakat dihimbau untuk tidak lagi khawatir dengan dampak radiasi nuklir Jepang yang menyebar ke beberapa negara.
Seperti yang telah diketahui terdapat tiga negara tetangga Jepang yang terkena radiasi yakni Filipina, China dan Korea Selatan. Hal ini dideteksi dari adanya partikel-partikel nuklir di udara.
Kecil kemungkinannya Indonesia terkena radiasi dari Jepang karena angin tidak mengarah kepada kita, kata Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG, Kukuh Ribudiyanto, seperti dilansir vivanews.com
Indonesia yang berada di sebelah selatan Jepang dan berjarak lebih dari 4.000 km tidak akan terkena radiasi tersebut karena pada bulan ini angin berhembus ke arah timur. Sedangkan pada bulan April, angin akan berhembus dari Australia melalui Indonesia ke arah China.
Posisi Indonesia yang membelakangi Jepang membuat Indonesia aman dari radiasi. Masyarakat dihimbau untuk tidak lagi khawatir dengan dampak radiasi nuklir Jepang yang menyebar ke beberapa negara.
Seperti yang telah diketahui terdapat tiga negara tetangga Jepang yang terkena radiasi yakni Filipina, China dan Korea Selatan. Hal ini dideteksi dari adanya partikel-partikel nuklir di udara.
Indonesia Memendam Misteri Atlantis
Atlantis adalah misteri yang menggoda para ilmuwan, dan kaum spritualis untuk menelisik kembali peradaban maju manusia yang, konon, hilang. Setidaknya, ribuan buku telah ditulis ihwal legenda itu.
Pada mulanya adalah Plato (427-347 SM), filsuf Yunani, mencatat cerita soal benua hilang itu dalam dua karyanya, Timaeus dan Critias. Keduanya adalah karya terakhir Plato, yang ditulis pada 347 SM. Pada tahun sama pula Plato meninggal. Dikisahkan di kedua karya itu, Atlantis adalah kota dengan peradaban tinggi dan teknologi sangat maju.
Atlantis, kata Plato, punya kekuatan maritim dahsyat, dan berada di depan "Pilar-pilar Hercules." Tanahnya subur, rakyatnya makmur. Dia semacam surga di bumi, yang wilayahnya meliputi barat Eropa hingga Afrika. Plato mengatakan, Atlantis hadir sekitar 9.000 tahun sebelum mazhab Solon, atau 9.600 tahun sebelum zaman Plato hidup.
Kejayaan Atlantis, kata Plato, mulai pudar setelah gagal menguasai Athena, negeri para dewa dan dewi. Petaka menimpa Atlantis sehingga pulau itu hilang ditelan laut dalam hitungan hari. Para penghuni yang selamat pergi mencari tempat baru. Atlantis akhirnya menjadi "surga yang hilang."
Memang, banyak orang ragu pada cerita Plato yang mirip dongeng itu. Tapi, seperti dijelaskan Alan Cameron dalam buku "Greek Mythography in the Roman World" terbitan Oxford (2004), mitologi adalah tiang bagi budaya elit bangsa Yunani. Meski banyak yang meragukan kebenarannya, tapi kisah itu bisa jadi refleksi peristiwa tertentu di masa lalu.
Atlantis, misalnya, menjadi diskusi menarik setelah Zaman Pencerahan. Ada bantahan, parodi, hingga penjelasan ilmiah. "Tampaknya hanya di zaman modern orang-orang menganggap serius kisah Atlantis," tulis Cameron.
Ada yang menyebut cerita itu diilhami kisah masa lalu, seperti letusan Gunung Thera atau Perang Troya. Atau simak juga klaim bahwa Plato terilhami sejumlah peristiwa kontemporer di masanya, seperti runtuhnya dinasti Helike pada 373 SM. Atau, gagalnya invasi militer Athena atas Pulau Sisilia pada perang tahun 415-413 SM.
Di awal peradaban moderen, kisah Atlantis itu dihidupkan kembali oleh para penulis aliran humanis di era Renaissance Eropa. Salah satunya Francis Bacon, yang menerbitkan esei berjudul "New Atlantis" pada 1627.
Dalam tulisannya, Bacon melihat Atlantis sebagai suatu masyarakat utopis yang dia sebut Bensalem. Letaknya di pesisir barat benua Amerika. Penulis lain tak mau kalah. Olaus Rudbeck, melalui tulisannya pada 1679, beranggapan Atlantis berada di negara kelahirannya, Swedia. Negara itu disebut Rudbeck sebagai awal lahirnya peradaban, termasuk bahasa.
Ilmuwan kenamaan Inggris, Sir Isaac Newton pun unjuk pendapat. Pada 1728, penemu teori gravitasi itu menerbitkan karya berjudul "The Chronology of the Ancient Kingdoms Amended." Newton juga penasaran mempelajari penjelasan mitologis terkait Atlantis.
Meski tak menyinggung khusus Atlantis, Newton memaparkan peristiwa bersejarah di sejumlah tempat, yang punya masa gemilang mirip Atlantis versi Plato. Misalnya, kejayaan Abad Yunani Kuno, Kekaisaran Mesir, Asuriah, Babilonia, Kuil Salomo, dan Kerajaan Persia.
Mitologi Atlantis juga membuat rezim Nazi di Jerman terusik. Pada 1938, seorang pejabat tinggi polisi khusus Nazi, Heinrich Himmler, kabarnya membentuk tim ekspedisi ke Tibet. Soalnya, ada cerita Atlantis itu dibangun bangsa Arya, nenek moyang orang-orang Jerman. Misi itu gagal. Keyakinan Nazi itu belakangan diragukan sejumlah ilmuwan.
Jejak di Nusantara
Perburuan, dan spekulasi keberadaan Atlantis terus dicari sepanjang zaman. Sejumlah karya lahir, dan menunjukkan daerah tertentu diduga bagian dari 'Kejayaan yang Tenggelam' itu.
Indonesia juga masuk dalam daftar spekulasi para peneliti dan peminat mitologi Atlantis. Misalnya, Profesor Arysio Santos dari Brazil. Dia geolog dan fisikawan nuklir. Lalu, ada ahli genetika dari Oxford, Inggris, Profesor Stephen Oppenheimer. Keduanya menduga wilayah Indonesia memendam sisa-sisa 'Surga Yang Hilang' itu.
Santos menampilkan peta wilayah Indonesia dalam bukunya yang terbit pada 2005, "Atlantis: The Lost Continent Finally Found." Benua hilang itu kemungkinan berada di sebagian Indonesia dan Laut China Selatan, demikian keyakinan Santos. Dalam karya itu, dia mengklaim telah melakukan riset perbandingan, seperti kondisi wilayah, cuaca, potensi sumber daya alam, gunung berapi, dan pola hidup masyarakat setempat.
Dalam buku itu, dia berhipotesis, wilayah Nusantara dulunya adalah Atlantis. Bagi Santos, indikasi itu antara lain soal luas wilayah. Seperti dikatakan Plato, Atlantis “lebih besar dari gabungan Libya (Afrika Utara) dan Asia (Minor)”. Indonesia, oleh Santos, dianggap cocok dengan karakter geografi itu.
Video wawancara Santos di laman YouTube, menampilkan dia tak ragu bahwa Atlantis benar-benar ada, dan bukan sekedar mitos. Santos menjelaskan mengapa selama ini para ilmuwan gagal menemukan Atlantis, dan ragu akan keberadaan kota yang hilang itu. "Karena mereka mencarinya di tempat yang salah. Mereka mencarinya di Laut Atlantis," kata dia dalam wawancara di YouTube, seperti dimuat laman Hubpages.
Anggapan Atlantis berada di Samudera Atlantis, memang logis. Namun, itu bukan lokasi yang tepat. "Atlantis berada di Lautan Hindia [Indonesia], di belahan lain bumi," kata dia. Di belahan bumi timur itulah, peradaban bermula. Namun, kata dia, Samudera Hindia atau Laut China Selatan sebagai lokasi Atlantis hanya batasan. "Lebih pastinya di Indonesia," lanjut Santos.
Sebelum zaman es berakhir 30.000 sampai 11.000 tahun lalu, di Indonesia terdapat daratan besar. Saat itu permukaan laut 150 meter lebih rendah dari yang ada saat ini. Di lokasi itulah tempat adanya peradaban. Sementara, sisa bumi dari Asia Utara, Eropa, dan Amerika Utara masih diselimuti es.
Pulau-pulau yang tersebar di Indonesia dianggap sebagai puncak gunung, dan dataran tinggi dari suatu benua yang tenggelam akibat naiknya permukaan air laut, dan amblesnya dataran rendah di akhir Masa Es Pleistocene. Itu terjadi sekitar 11.600 tahun lampau. "Itu adalah rentang waktu sama dengan dipaparkan Plato dalam dialog ciptaannya saat menyinggung Atlantis," tulis Santos pada bagian pendahuluan di bukunya.
Berbeda dengan keyakinan para peneliti sebelum atau pada generasi Santos, dia pun optimistis bahwa Indonesia, yang disebut sebagai bekas peninggalan Atlantis, menjadi cikal bakal lahirnya sejumlah peradaban kuno.
Para penghuni wilayah yang selamat dari naiknya permukaan air laut dan letusan gunung berapi akhirnya berpencar mencari tempat-tempat. Mereka "pindah ke wilayah-wilayah yang kini disebut India, Asia Tenggara, China, Polynesia, Amerika, dan Timur Dekat," tulis Santos.
Penjelasan serupa juga dikemukakan penulis asal Inggris, Stephen Oppenheimer, dalam buku "Eden in The East: The Drowned Continent of Southeast Asia" (1998). Dia menulis suatu benua yang tenggelam akibat banjir bandang, dan naiknya permukaan air laut sekitar 7.000 hingga 14.000 tahun yang lampau.
Wilayah yang tenggelam itu berada di wilayah yang kini disebut sebagai Asia Tenggara. Oppenheimer menyebut benua tenggelam itu sebagai Sundaland. Para penghuni yang selamat saat itu lalu menyebar ke berbagai tempat hingga ke Eropa, membawa budaya dan pola hidup mereka. Itu sebabnya Oppenheimer berasumsi asal-usul ras Euroasia di Eropa bisa ditelusuri di Asia.
Oppenheimer pun yakin bahwa para penghuni Sundaland saat itu punya peradaban maju dari wilayah-wilayah lain. "Mereka sudah mengembangkan pola menyambung hidup, dari sekadar berburu binatang menjadi bertani, berkebun, mencari ikan, bahkan perdagangan melintas laut. Semua itu sudah dilakukan sebelum 5.000 tahun yang lampau," demikian penggalan asumsi dari Oppenheimer.
Sejarah selama ini mencatat induk peradaban manusia modern berasal dari Mesir, Mediterania dan Mesopotamia. Tetapi, menurut dia, nenek moyang dari induk peradaban manusia modern berasal dari tanah Melayu yang sering disebut Sundaland, atau Indonesia.
Apa buktinya? "Peradaban agrikultur Indonesia lebih dulu ada dari peradaban agrikultur lain di dunia," kata Oppenheimer dalam diskusi bedah bukunya di Jakarta, Oktober 2010. Tentu, pendapat ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Universitas Oxford itu, memberi paradigma berbeda dari yang ada selama ini bahwa peradaban paling awal berasal dari Barat.
Berbeda dengan Santos, Oppenheimer tak langsung menyimpulkan Sundaland adalah Atlantis. Dia sendiri mengakui butuh penelitian lebih lanjut, dan berharap ada kerjasama dengan peneliti di Indonesia, untuk menjelaskan Sundaland adalah Surga yang Tenggelam itu. Tapi, Oppenheimer meyakini Sundaland di wilayah Nusantara itu punya peradaban sangat maju di masanya.
Ilmu semu?
Pendapat Santos dan Oppenheimer mengenai jejak Atlantis dan Indonesia sebagai bekas pusat peradaban itu di satu sisi mengundang pesona. Tapi tak semua pihak percaya atas klaim itu. Menariknya, justru ilmuwan Indonesia sendiri mengkritik pandangan dua pengamat asing itu.
Profesor Riset Astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, meragukan cerita Atlantis itu. Bagi Djamaluddin, kisah Atlantis itu hanya sekadar cerita, dengan nilai ilmiah yang minim.
Pada mulanya adalah Plato (427-347 SM), filsuf Yunani, mencatat cerita soal benua hilang itu dalam dua karyanya, Timaeus dan Critias. Keduanya adalah karya terakhir Plato, yang ditulis pada 347 SM. Pada tahun sama pula Plato meninggal. Dikisahkan di kedua karya itu, Atlantis adalah kota dengan peradaban tinggi dan teknologi sangat maju.
Atlantis, kata Plato, punya kekuatan maritim dahsyat, dan berada di depan "Pilar-pilar Hercules." Tanahnya subur, rakyatnya makmur. Dia semacam surga di bumi, yang wilayahnya meliputi barat Eropa hingga Afrika. Plato mengatakan, Atlantis hadir sekitar 9.000 tahun sebelum mazhab Solon, atau 9.600 tahun sebelum zaman Plato hidup.
Kejayaan Atlantis, kata Plato, mulai pudar setelah gagal menguasai Athena, negeri para dewa dan dewi. Petaka menimpa Atlantis sehingga pulau itu hilang ditelan laut dalam hitungan hari. Para penghuni yang selamat pergi mencari tempat baru. Atlantis akhirnya menjadi "surga yang hilang."
Memang, banyak orang ragu pada cerita Plato yang mirip dongeng itu. Tapi, seperti dijelaskan Alan Cameron dalam buku "Greek Mythography in the Roman World" terbitan Oxford (2004), mitologi adalah tiang bagi budaya elit bangsa Yunani. Meski banyak yang meragukan kebenarannya, tapi kisah itu bisa jadi refleksi peristiwa tertentu di masa lalu.
Atlantis, misalnya, menjadi diskusi menarik setelah Zaman Pencerahan. Ada bantahan, parodi, hingga penjelasan ilmiah. "Tampaknya hanya di zaman modern orang-orang menganggap serius kisah Atlantis," tulis Cameron.
Ada yang menyebut cerita itu diilhami kisah masa lalu, seperti letusan Gunung Thera atau Perang Troya. Atau simak juga klaim bahwa Plato terilhami sejumlah peristiwa kontemporer di masanya, seperti runtuhnya dinasti Helike pada 373 SM. Atau, gagalnya invasi militer Athena atas Pulau Sisilia pada perang tahun 415-413 SM.
Di awal peradaban moderen, kisah Atlantis itu dihidupkan kembali oleh para penulis aliran humanis di era Renaissance Eropa. Salah satunya Francis Bacon, yang menerbitkan esei berjudul "New Atlantis" pada 1627.
Dalam tulisannya, Bacon melihat Atlantis sebagai suatu masyarakat utopis yang dia sebut Bensalem. Letaknya di pesisir barat benua Amerika. Penulis lain tak mau kalah. Olaus Rudbeck, melalui tulisannya pada 1679, beranggapan Atlantis berada di negara kelahirannya, Swedia. Negara itu disebut Rudbeck sebagai awal lahirnya peradaban, termasuk bahasa.
Ilmuwan kenamaan Inggris, Sir Isaac Newton pun unjuk pendapat. Pada 1728, penemu teori gravitasi itu menerbitkan karya berjudul "The Chronology of the Ancient Kingdoms Amended." Newton juga penasaran mempelajari penjelasan mitologis terkait Atlantis.
Meski tak menyinggung khusus Atlantis, Newton memaparkan peristiwa bersejarah di sejumlah tempat, yang punya masa gemilang mirip Atlantis versi Plato. Misalnya, kejayaan Abad Yunani Kuno, Kekaisaran Mesir, Asuriah, Babilonia, Kuil Salomo, dan Kerajaan Persia.
Mitologi Atlantis juga membuat rezim Nazi di Jerman terusik. Pada 1938, seorang pejabat tinggi polisi khusus Nazi, Heinrich Himmler, kabarnya membentuk tim ekspedisi ke Tibet. Soalnya, ada cerita Atlantis itu dibangun bangsa Arya, nenek moyang orang-orang Jerman. Misi itu gagal. Keyakinan Nazi itu belakangan diragukan sejumlah ilmuwan.
Jejak di Nusantara
Perburuan, dan spekulasi keberadaan Atlantis terus dicari sepanjang zaman. Sejumlah karya lahir, dan menunjukkan daerah tertentu diduga bagian dari 'Kejayaan yang Tenggelam' itu.
Indonesia juga masuk dalam daftar spekulasi para peneliti dan peminat mitologi Atlantis. Misalnya, Profesor Arysio Santos dari Brazil. Dia geolog dan fisikawan nuklir. Lalu, ada ahli genetika dari Oxford, Inggris, Profesor Stephen Oppenheimer. Keduanya menduga wilayah Indonesia memendam sisa-sisa 'Surga Yang Hilang' itu.
Santos menampilkan peta wilayah Indonesia dalam bukunya yang terbit pada 2005, "Atlantis: The Lost Continent Finally Found." Benua hilang itu kemungkinan berada di sebagian Indonesia dan Laut China Selatan, demikian keyakinan Santos. Dalam karya itu, dia mengklaim telah melakukan riset perbandingan, seperti kondisi wilayah, cuaca, potensi sumber daya alam, gunung berapi, dan pola hidup masyarakat setempat.
Dalam buku itu, dia berhipotesis, wilayah Nusantara dulunya adalah Atlantis. Bagi Santos, indikasi itu antara lain soal luas wilayah. Seperti dikatakan Plato, Atlantis “lebih besar dari gabungan Libya (Afrika Utara) dan Asia (Minor)”. Indonesia, oleh Santos, dianggap cocok dengan karakter geografi itu.
Video wawancara Santos di laman YouTube, menampilkan dia tak ragu bahwa Atlantis benar-benar ada, dan bukan sekedar mitos. Santos menjelaskan mengapa selama ini para ilmuwan gagal menemukan Atlantis, dan ragu akan keberadaan kota yang hilang itu. "Karena mereka mencarinya di tempat yang salah. Mereka mencarinya di Laut Atlantis," kata dia dalam wawancara di YouTube, seperti dimuat laman Hubpages.
Anggapan Atlantis berada di Samudera Atlantis, memang logis. Namun, itu bukan lokasi yang tepat. "Atlantis berada di Lautan Hindia [Indonesia], di belahan lain bumi," kata dia. Di belahan bumi timur itulah, peradaban bermula. Namun, kata dia, Samudera Hindia atau Laut China Selatan sebagai lokasi Atlantis hanya batasan. "Lebih pastinya di Indonesia," lanjut Santos.
Sebelum zaman es berakhir 30.000 sampai 11.000 tahun lalu, di Indonesia terdapat daratan besar. Saat itu permukaan laut 150 meter lebih rendah dari yang ada saat ini. Di lokasi itulah tempat adanya peradaban. Sementara, sisa bumi dari Asia Utara, Eropa, dan Amerika Utara masih diselimuti es.
Pulau-pulau yang tersebar di Indonesia dianggap sebagai puncak gunung, dan dataran tinggi dari suatu benua yang tenggelam akibat naiknya permukaan air laut, dan amblesnya dataran rendah di akhir Masa Es Pleistocene. Itu terjadi sekitar 11.600 tahun lampau. "Itu adalah rentang waktu sama dengan dipaparkan Plato dalam dialog ciptaannya saat menyinggung Atlantis," tulis Santos pada bagian pendahuluan di bukunya.
Berbeda dengan keyakinan para peneliti sebelum atau pada generasi Santos, dia pun optimistis bahwa Indonesia, yang disebut sebagai bekas peninggalan Atlantis, menjadi cikal bakal lahirnya sejumlah peradaban kuno.
Para penghuni wilayah yang selamat dari naiknya permukaan air laut dan letusan gunung berapi akhirnya berpencar mencari tempat-tempat. Mereka "pindah ke wilayah-wilayah yang kini disebut India, Asia Tenggara, China, Polynesia, Amerika, dan Timur Dekat," tulis Santos.
Penjelasan serupa juga dikemukakan penulis asal Inggris, Stephen Oppenheimer, dalam buku "Eden in The East: The Drowned Continent of Southeast Asia" (1998). Dia menulis suatu benua yang tenggelam akibat banjir bandang, dan naiknya permukaan air laut sekitar 7.000 hingga 14.000 tahun yang lampau.
Wilayah yang tenggelam itu berada di wilayah yang kini disebut sebagai Asia Tenggara. Oppenheimer menyebut benua tenggelam itu sebagai Sundaland. Para penghuni yang selamat saat itu lalu menyebar ke berbagai tempat hingga ke Eropa, membawa budaya dan pola hidup mereka. Itu sebabnya Oppenheimer berasumsi asal-usul ras Euroasia di Eropa bisa ditelusuri di Asia.
Oppenheimer pun yakin bahwa para penghuni Sundaland saat itu punya peradaban maju dari wilayah-wilayah lain. "Mereka sudah mengembangkan pola menyambung hidup, dari sekadar berburu binatang menjadi bertani, berkebun, mencari ikan, bahkan perdagangan melintas laut. Semua itu sudah dilakukan sebelum 5.000 tahun yang lampau," demikian penggalan asumsi dari Oppenheimer.
Sejarah selama ini mencatat induk peradaban manusia modern berasal dari Mesir, Mediterania dan Mesopotamia. Tetapi, menurut dia, nenek moyang dari induk peradaban manusia modern berasal dari tanah Melayu yang sering disebut Sundaland, atau Indonesia.
Apa buktinya? "Peradaban agrikultur Indonesia lebih dulu ada dari peradaban agrikultur lain di dunia," kata Oppenheimer dalam diskusi bedah bukunya di Jakarta, Oktober 2010. Tentu, pendapat ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Universitas Oxford itu, memberi paradigma berbeda dari yang ada selama ini bahwa peradaban paling awal berasal dari Barat.
Berbeda dengan Santos, Oppenheimer tak langsung menyimpulkan Sundaland adalah Atlantis. Dia sendiri mengakui butuh penelitian lebih lanjut, dan berharap ada kerjasama dengan peneliti di Indonesia, untuk menjelaskan Sundaland adalah Surga yang Tenggelam itu. Tapi, Oppenheimer meyakini Sundaland di wilayah Nusantara itu punya peradaban sangat maju di masanya.
Ilmu semu?
Pendapat Santos dan Oppenheimer mengenai jejak Atlantis dan Indonesia sebagai bekas pusat peradaban itu di satu sisi mengundang pesona. Tapi tak semua pihak percaya atas klaim itu. Menariknya, justru ilmuwan Indonesia sendiri mengkritik pandangan dua pengamat asing itu.
Profesor Riset Astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, meragukan cerita Atlantis itu. Bagi Djamaluddin, kisah Atlantis itu hanya sekadar cerita, dengan nilai ilmiah yang minim.
Penjelasan Atlantis yang dilontarkan para peneliti selama ini masuk dalam pseudosains, atau ilmu semu. Ini bukan ilmiah. Ini pseudosains. Antara cerita dengan fakta ilmiah itu bercampur di sana.
Tapi kata Djamaluddin, Atlantis tak lebih dari sekadar cerita karangan Plato yang melegenda. "Kalau itu dijadikan fakta ilmiah sejarah geologi, Plato itu hanya berdasarkan pemahaman dia. Plato tak menyebutkan data," jelas Djamaluddin.
Peneliti lulusan lulusan Kyoto University, Jepang, itu juga menilai sejarah geologi tak memperlihatkan Indonesia adalah Atlantis. "Tulisan sejenis Santos ini sudah beredar lama. Itu hanya dugaan saja," ujarnya.
Tapi kata Djamaluddin, Atlantis tak lebih dari sekadar cerita karangan Plato yang melegenda. "Kalau itu dijadikan fakta ilmiah sejarah geologi, Plato itu hanya berdasarkan pemahaman dia. Plato tak menyebutkan data," jelas Djamaluddin.
Peneliti lulusan lulusan Kyoto University, Jepang, itu juga menilai sejarah geologi tak memperlihatkan Indonesia adalah Atlantis. "Tulisan sejenis Santos ini sudah beredar lama. Itu hanya dugaan saja," ujarnya.
Bantahan lain, misalnya datang dari geolog senior dari BP Migas, Awang Satyana. Dalam satu acara bedah buku Santos, sekitar dua tahun silam, Awang mengatakan Santos tak mengajukan bukti dan argumentasi geologi.
Sundaland, kata Awang, adalah paparan benua stabil yang tenggelam 15.000 – 11.000 tahun lalu oleh proses deglasiasi akibat siklus perubahan iklim. “Bukan oleh erupsi volkanik. Erupsi supervolcano justru akan menyebabkan musim dingin dalam jangka panjang,” ujar Awang.
Bahkan soal migrasi manusia Sundaland ke sekujur bumi, kata Awang, berlawanan dengan bukti penelitian migrasi manusia modern secara biomolekuler.
Pakar geologi dari Universitas Padjajaran, Oki Oktariadi, mengingatkan dugaan lokasi Atlantis bukan hanya Indonesia. Ada banyak wilayah seperti Andalusia, Pulau Kreta, Santorini, Tanjung Spartel, Siprus, Malta, Ponza, Sardinia, Troy, dan lain-lain.
"Hasil penelitian terbaru oleh Kimura's (2007) menemukan beberapa monumen batu di bawah perairan Yonaguni, Jepang yang diduga sisa-sisa dari peradaban Atlantis atau Lemuria," demikian paparan Oktariadi dalam makalahnya yang berjudul "Benarkah Sundaland itu Atlantis yang Hilang?"
Walau kebenarannya masih diragukan, bagi Oktariadi, penelitian itu punya nilai positif bagi Indonesia. Setidaknya, negeri ini lebih dikenal di dunia internasional, khususnya di antara para peneliti di berbagai bidang.
Artikel lain yang mungkin Anda sukai:
Misteri-Misteri Tak Terpecahkan di Bidang SainsMisteri 'Bola Hijau UFO' Australia Akhirnya TerkuakMisteri Salinan Al Quran dari Darah Saddam HusseinSelandia Baru Merilis Dokumen Militer Tentang UFO7 Karya Teknologi Zaman Dahulu Yang MenakjubkanMisteri Migrasi Penyu Laut TerjawabMisteri Hilangnya Gas Mulia XenonInilah Buku Penyebab Indonesia Dijajah Belanda 3,5 AbadSejarah Tsunami Mematikan Sejak Tahun 6.000 Sebelum Masehi.
"Hasil penelitian terbaru oleh Kimura's (2007) menemukan beberapa monumen batu di bawah perairan Yonaguni, Jepang yang diduga sisa-sisa dari peradaban Atlantis atau Lemuria," demikian paparan Oktariadi dalam makalahnya yang berjudul "Benarkah Sundaland itu Atlantis yang Hilang?"
Walau kebenarannya masih diragukan, bagi Oktariadi, penelitian itu punya nilai positif bagi Indonesia. Setidaknya, negeri ini lebih dikenal di dunia internasional, khususnya di antara para peneliti di berbagai bidang.
Artikel lain yang mungkin Anda sukai:
Misteri-Misteri Tak Terpecahkan di Bidang SainsMisteri 'Bola Hijau UFO' Australia Akhirnya TerkuakMisteri Salinan Al Quran dari Darah Saddam HusseinSelandia Baru Merilis Dokumen Militer Tentang UFO7 Karya Teknologi Zaman Dahulu Yang MenakjubkanMisteri Migrasi Penyu Laut TerjawabMisteri Hilangnya Gas Mulia XenonInilah Buku Penyebab Indonesia Dijajah Belanda 3,5 AbadSejarah Tsunami Mematikan Sejak Tahun 6.000 Sebelum Masehi.
Profesor Termuda AS Ternyata Orang Asli Indonesia
Nelson Tansu meraih gelar Profesor di bidang Electrical Engineering di Amerika sebelum berusia 30 tahun. Karena last name-nya mirip nama Jepang, banyak petinggi Jepang yang mengajaknya “pulang ke Jepang” untuk membangun Jepang. Tapi Prof. Tansu mengatakan kalau dia adalah pemegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila. Namun demikian, ia belum mau pulang ke Indonesia . Kenapa?
Nelson Tansu lahir di Medan , 20 October 1977. Lulusan terbaik dari SMA Sutomo 1 Medan. Pernah menjadi finalis team Indonesia di Olimpiade Fisika. Meraih gelar Sarjana dari Wisconsin University pada bidang Applied Mathematics, Electrical Engineering and Physics (AMEP) yang ditempuhnya hanya dalam 2 tahun 9 bulan, dan dengan predikat Summa Cum Laude. Kemudian meraih gelar Master pada bidang yang sama, dan meraih gelar Doktor (Ph.D) di bidang Electrical Engineering pada usia 26 tahun. Ia mengaku orang tuanya hanya membiayai-nya hingga sarjana saja. Selebihnya, ia dapat dari beasiswa hingga meraih gelar Doktorat. Dia juga merupakan orang Indonesia pertama yang menjadi Profesor di Lehigh University tempatnya bekerja sekarang.
Thesis Doktorat-nya mendapat award sebagai “The 2003 Harold A. Peterson Best ECE Research Paper Award” mengalahkan 300 thesis Doktorat lainnya. Secara total, ia sudah menerima 11 scientific award di tingkat internasional, sudah mempublikasikan lebih 80 karya di berbagai journal internasional dan saat ini adalah visiting professor di 18 perguruan tinggi dan institusi riset. Ia juga aktif diundang sebagai pembicara di berbagai even internasional di Amerika, Kanada, Eropa dan Asia.
Karena namanya mirip dengan bekas Perdana Menteri Turki, Tansu Ciller, dan juga mirip nama Jepang, Tansu, maka pihak Turki dan Jepang banyak yang mencoba membajaknya untuk “pulang”. Tapi dia selalu menjelaskan kalau dia adalah orang Indonesia. Hingga kini ia tetap memegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila dan tidak menjadi warga negara Amerika Serikat. Ia cinta Indonesia katanya. Tetapi, melihat atmosfir riset yang sangat mendukung di Amerika, ia menyatakan belum mau pulang dan bekerja di Indonesia. Bukan apa-apa, harus kita akui bahwa Indonesia terlalu kecil untuk ilmuwan sekaliber Prof. Nelson Tansu.
Ia juga menyatakan bahwa di Amerika, ilmuwan dan dosen adalah profesi yang sangat dihormati di masyarakat. Ia tidak melihat hal demikian di Indonesia. Ia menyatatakan bahwa penghargaan bagi ilmuwan dan dosen di Indonesia adalah rendah. Lihat saja penghasilan yang didapat dari kampus. Tidak cukup untuk membiayai keluarga si peneliti/dosen. Akibatnya, seorang dosen harus mengambil pekerjaan lain, sebagai konsultan di sektor swasta, mengajar di banyak perguruan tinggi, dan sebagainya. Dengan demikian, seorang dosen tidak punya waktu lagi untuk melakukan riset dan membuat publikasi ilmiah. Bagaimana perguruan tinggi Indonesia bisa dikenal di luar negeri jika tidak pernah menghasilkan publikasi ilmiah secara internasional?
Prof. Tansu juga menjelaskan kalau di US atau Singapore, gaji seorang profesor adalah 18-30 kali lipat lebih dari gaji professor di Indonesia. Sementara, biaya hidup di Indonesia cuma lebih murah 3 kali saja. Maka itu, ia mengatakan adalah sangat wajar jika seorang profesor lebih memilih untuk tidak bekerja di Indonesia. Panggilan seorang profesor atau dosen adalah untuk meneliti dan membuat publikasi ilmiah, tapi bagaimana mungkin bisa ia lakukan jika ia sendiri sibuk “cari makan”.
Nelson Tansu lahir di Medan , 20 October 1977. Lulusan terbaik dari SMA Sutomo 1 Medan. Pernah menjadi finalis team Indonesia di Olimpiade Fisika. Meraih gelar Sarjana dari Wisconsin University pada bidang Applied Mathematics, Electrical Engineering and Physics (AMEP) yang ditempuhnya hanya dalam 2 tahun 9 bulan, dan dengan predikat Summa Cum Laude. Kemudian meraih gelar Master pada bidang yang sama, dan meraih gelar Doktor (Ph.D) di bidang Electrical Engineering pada usia 26 tahun. Ia mengaku orang tuanya hanya membiayai-nya hingga sarjana saja. Selebihnya, ia dapat dari beasiswa hingga meraih gelar Doktorat. Dia juga merupakan orang Indonesia pertama yang menjadi Profesor di Lehigh University tempatnya bekerja sekarang.
Thesis Doktorat-nya mendapat award sebagai “The 2003 Harold A. Peterson Best ECE Research Paper Award” mengalahkan 300 thesis Doktorat lainnya. Secara total, ia sudah menerima 11 scientific award di tingkat internasional, sudah mempublikasikan lebih 80 karya di berbagai journal internasional dan saat ini adalah visiting professor di 18 perguruan tinggi dan institusi riset. Ia juga aktif diundang sebagai pembicara di berbagai even internasional di Amerika, Kanada, Eropa dan Asia.
Karena namanya mirip dengan bekas Perdana Menteri Turki, Tansu Ciller, dan juga mirip nama Jepang, Tansu, maka pihak Turki dan Jepang banyak yang mencoba membajaknya untuk “pulang”. Tapi dia selalu menjelaskan kalau dia adalah orang Indonesia. Hingga kini ia tetap memegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila dan tidak menjadi warga negara Amerika Serikat. Ia cinta Indonesia katanya. Tetapi, melihat atmosfir riset yang sangat mendukung di Amerika, ia menyatakan belum mau pulang dan bekerja di Indonesia. Bukan apa-apa, harus kita akui bahwa Indonesia terlalu kecil untuk ilmuwan sekaliber Prof. Nelson Tansu.
Ia juga menyatakan bahwa di Amerika, ilmuwan dan dosen adalah profesi yang sangat dihormati di masyarakat. Ia tidak melihat hal demikian di Indonesia. Ia menyatatakan bahwa penghargaan bagi ilmuwan dan dosen di Indonesia adalah rendah. Lihat saja penghasilan yang didapat dari kampus. Tidak cukup untuk membiayai keluarga si peneliti/dosen. Akibatnya, seorang dosen harus mengambil pekerjaan lain, sebagai konsultan di sektor swasta, mengajar di banyak perguruan tinggi, dan sebagainya. Dengan demikian, seorang dosen tidak punya waktu lagi untuk melakukan riset dan membuat publikasi ilmiah. Bagaimana perguruan tinggi Indonesia bisa dikenal di luar negeri jika tidak pernah menghasilkan publikasi ilmiah secara internasional?
Prof. Tansu juga menjelaskan kalau di US atau Singapore, gaji seorang profesor adalah 18-30 kali lipat lebih dari gaji professor di Indonesia. Sementara, biaya hidup di Indonesia cuma lebih murah 3 kali saja. Maka itu, ia mengatakan adalah sangat wajar jika seorang profesor lebih memilih untuk tidak bekerja di Indonesia. Panggilan seorang profesor atau dosen adalah untuk meneliti dan membuat publikasi ilmiah, tapi bagaimana mungkin bisa ia lakukan jika ia sendiri sibuk “cari makan”.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Recent Posts
Popular Posts
-
A little knowledge that acts is worth infinitely more than much knowledge that is idle. Sedikit pengetahuan yang bertindak jauh lebih berh...
-
Untuk Anda pengguna Android, bisa update status Facebook via Android atau pun via apa aja dengan menggunakan aplikasi Status Via yang bisa A...
-
Lenovo meluncurkan smartphone Android murah untuk bersaing dengan perangkat murah Samsung yang juga telah diluncurkan, dan A369i bukan sa...
-
Update terbaru dari Google Play Store versi 3.10.14 dengan membawa perubahan dan perbaikan serta fitur baru. Untuk diperhatikan bahwa updat...
-
Apa maksudnya pesan Windows 7 Build 7600 This Copy of Windows Is Not Genuine ? Jika Anda menerima pesan peringatan dan error Windows Acti...
-
Indonesia sebenarnya tak kalah populer dalam menghasilkan situs jejaring sosial. Banyak situs jejaring sosial buatan programmer tanah ai...
-
Jika anda memiliki modem smartfren, dan ingin mendapatkan koneksi internet cepat, kita bisa menggunakan DNS Server alternatif. Berikut DN...
-
Setelah seri Galaxy Note , sekarang Samsung mengumumkan dua smartphone baru dari subfamili Galaxy - Galaxy mega 6.3 dan Galaxy mega 5.8. Mes...
-
2013 mulai sedikit lebih menarik, dengan hadirnya tablet-tablet baru yang mulai berkecambah. Tentu saja, semua menantikan ketika Google meng...
-
Your personality will become more attractive not because you never fail, but because you fail many times – but continue fighting until y...
Recent Comments
Labels
android
ponsel
smartphone
teknologi
sains
news
komputer
tips trik
samsung
tablet android
internet
kesehatan
gadget
aplikasi
google
hardware
software
aplikasi android
astronomi
riset
facebook
unik
laptop
nokia
download
game
berita teknologi
lingkungan
kimia
lenovo
Sony
dunia islam
acer
handphone
psikologi
blackberry
bumi
windows
Asus
islam
linux
microsoft
nasa
apple
pendidikan
biologi
ekonomi
motor
notebook
otomotif
ubuntu
fisika
kamera
root
Oppo
foto
geologi
APK
LG
mobil
sejarah
iOS
robot
tutorial blog
pemrograman
Al-Qur'an
buku
mesin
fotografi
seo
blogger
inovasi
software terbaru
Labels
- 1 ghz
- 1080p
- 1Tap Clean
- 3-D printing
- 3D
- 4 inchi
- 4core
- 4G
- 64bit
- A15
- abu dhabi
- Access Point
- acer
- Acer C720P
- Acer Iconia
- Acer Iconia A1-713
- Acer Iconia A1-830
- Acer Iconia Tab
- Acer Iconia W4
- Acer Liquid Z5
- adat
- adb
- adobe
- adsense
- ADSL
- Advan
- Advan T5C
- Advan Vandroid Harvard T3C
- aerodinamis
- aeromodelling
- afganistan
- aids
- air susu ibu
- ajax
- aksesoris
- akuntansi
- Al-Qur'an
- Alcatel
- Alcatel HERO
- Alcatel One Touch
- Alcatel Onetouch D920
- algoritma
- aljabar
- all-in-one-pc
- Alligator Gar
- amazon kindle fire
- amd
- amerika
- amoled
- anak
- anatomi
- android
- android 2.3
- android 4.1
- android 4.2
- android 4.3
- android 4.4
- android 4.o
- Android 5.0
- Android 5.0 Lollipop
- Android Device Manager
- Android Gingerbread
- Android Gingerbread 2.3
- Android L
- Android One
- Android Wear
- Android-x86
- Andromac C
- Andromax G
- Andromax I2
- Andromax R
- Andromax T
- Andromax Tab 8.0
- Andromax U3
- Andromax Z
- Andromixx Pixcom
- aneh
- angiogenesis
- angry birds rovio
- animasi
- antariksa
- antena
- anti virus
- antropologi
- apache
- APK
- aplikasi
- aplikasi android
- aplikasi facebook
- aplikasi kamera
- aplikasi office
- aplikasi terbaru
- Aplikasi web
- App Cache Cleaner
- apple
- Arapaima
- archos
- arkeologi
- ARM cortex
- ART
- arti kata
- Arwana
- asam amino
- asha
- Asha 230
- asteroid
- astrofisika
- astronomi
- astronomi dalam Al qur'an
- astronot
- Asus
- ASUS MeMo Pad
- ASUS Transformer
- ASUS Transformer Book Duet TD300
- ASUS ZenFone 2
- Asus ZenFone 4
- atlantis
- ATM
- atmosfir
- attack kit
- audio codec
- AVG
- axelo
- babi
- bada os
- bahan bakar
- bahasa C++
- bakteri
- bandros
- bandwidth
- banner
- baterai
- bbm
- bbm for android
- bbm gingerbread
- BBM lumia
- bencana
- bencana alam
- bengkel
- berita
- berita teknologi
- best-seller
- biji asam
- binatang
- bintang
- biodiesel
- biografi
- biologi
- biomaterial
- biomedis
- bionik
- Bionz
- BIOS
- bisnis
- bisnis online
- bisphosphonates
- black hole
- blackberry
- blackberry 10
- blackberry code
- blackberry messenger
- blackberry playbook
- Blackberry Z3
- blogger
- BlueStacks
- BlueStacks App Player
- bluetooth
- BMW
- board
- bola
- booting
- borland
- botnet Zeus
- bottleneck
- broadband
- Broadcom
- browser
- bts
- buku
- buku digital
- bulan
- bumi
- buruh
- burung
- Cache
- canggih
- Canon EOS
- canonical
- capital inflow
- cara instal wine di linux mint
- cara instal wine menggunakan terminal
- CEO google
- cerita bijak
- CES 2014
- charger
- chart
- chat
- china
- chip
- chrome
- chrome os
- Chromebook
- chromecast
- Cinnamon
- cinta
- citra
- cloud computing
- coding
- Coelacanth
- cognitive computing
- ColorOS
- computer
- Computer monitor
- corby
- core
- coronal hole
- CPU
- css
- cuaca
- Custom ROM
- cyanobacteria
- CyanogenMod
- cyber crime
- CyberShot
- cyborg
- daftar software terbaik
- Dalvik
- dasar-dasar android
- data center
- dell
- demografi
- dermatology
- desain
- diabetes
- did you know?
- directx
- dirgantara
- discovery
- display
- distro linux
- dns
- do you know?
- domain
- Dong Nguyen
- doodle
- down syndrome
- download
- download gratis
- download program terbaru
- drive
- driver
- DSLR
- dual boot
- dual core
- dukun
- dunia
- dunia islam
- dunia satwa
- e-ktp
- e-learning
- E-TLE
- E.sakazakii
- E7
- earth
- EFI System Partition
- Egoistis
- ekonomi
- Electronic Traffic Law Enforcement
- emas
- Emulator
- emulator android
- energi
- environment
- enzim
- Eric Schmidt
- Error Instalasi
- Eseries
- EVDO
- evolusi
- Exmor
- exynos
- Exynos 5 Octa
- Facebook Lite
- farmasi
- FBI
- fenomena alam
- fiber optik
- fiksi ilmiah
- film
- filosofi
- filsafat
- finlandia
- firefox
- firefox os
- firewall
- firmware
- fisika
- fisiologi
- fitur baru google
- Flappy Bird
- flashdisk
- flickr
- flu
- flu burung
- fobia
- forensik
- format gambar
- fosil
- foto
- Foto Editing
- fotografi
- freeware
- frekuensi
- Frilled Shark
- froyo
- fujitsu
- furcula
- G Pad 8.3
- gadget
- Galaxy ACE 2
- Galaxy Ace 4
- Galaxy Ace Style
- Galaxy Camera
- galaxy core
- galaxy gear
- Galaxy GRAND
- Galaxy Grand 2
- Galaxy J
- galaxy mega
- galaxy note
- galaxy note 10.1
- galaxy note 2
- galaxy note 3
- Galaxy Note 3 Neo
- Galaxy NotePro 12.2
- galaxy round
- galaxy s3 mini
- Galaxy S3 Slim
- Galaxy S4 Active
- galaxy s4 mini
- Galaxy S4 Zoom
- Galaxy S5
- Galaxy S5 Zoom
- galaxy tab
- galaxy tab 3
- galaxy tab 3 kids
- Galaxy Tab 3 Lite
- galaxy trend
- galaxy win
- galaxy Y
- galaxy young
- gambar GIF
- game
- game online
- GamePad
- gangguan tidur
- gaya angkat
- gaya hidup
- Gear 2 Neo
- Gear Fit
- gelombang radio
- gempa
- gen
- genetik
- geodynamo
- geofisika
- geografi
- geologi
- Gigabyte
- Gigabyte Tegra Notes 7
- gingerbread
- Global Positioning System
- gmail
- google adsense
- Google Books
- Google Cast API
- Google Chrome
- google drive
- google glass
- google keep
- google maps
- Google Nexus
- google now launcher
- Google Play Edition
- google play for education
- google play store
- Google Smartwatch
- Google Summer of Code
- google+
- googleX
- GPS
- GPS Status & Toolbox
- GPU
- grafik
- grafologi
- graphics card
- greenpeace
- gsm
- gunung api
- H.265
- H7N9
- hacker
- hacking
- Hagfish
- Haier Maxx
- handphone
- handphone terbaru
- handset
- hangouts
- haram
- harddisk
- hardisk
- hardware
- harga axelo
- harga memory
- harga nexus 4
- harga suzuki axelo
- harga suzuki shogun axelo
- helicopter
- heliosphere
- hewan beracun
- hinode
- hipersonik
- hisense
- Hisense X1
- honami
- honda
- hormon
- hosting
- hotspot
- HP
- hp android terbaru
- Hp Cina
- HP Slate7 Extreme
- HP Slate7 Plus
- hp terkecil
- HTC
- HTC Desire 500
- HTC Desire XC
- htc one
- HTC One M8
- HTC One Max
- htc one mini
- HTC One SC
- HTML
- html5
- Huawei
- Huawei Ascend Mate
- Huawei Ascend P1
- Huawei Ascend W1-C00
- hukum
- humanoid
- hybrid
- IBEX
- IBM
- ice cream sandwich
- iconia
- Iconia A3
- idm
- ikan
- ikan prasejarah
- iklan adsense
- iklim
- ilmu
- ilmu komputer
- ilmu nujum
- ilmuwan
- ilusi optik
- IMO
- india
- indonesia
- indosat
- industri
- info
- infoggraphic
- inggris
- inovasi
- insomnia
- inspirasi
- inspirator
- instal
- intel
- Intel Atom
- internasional
- internet
- iOS
- ios7
- IP address
- iPad
- iPad 2 apple
- iPad 4
- iPad Air
- iPad mini
- iPhone
- iphone 5c
- iphone 5s
- iPhone 6
- iPhone murah
- ips
- IQ
- islam
- ISP
- ISS
- istilah
- ITB
- J2ME
- James Montgomery
- janin
- jantung
- jaringan
- java
- Java Development Kit
- Java Virtual Machine
- javascript
- jejaring sosial
- jelly bean
- jepang
- jerman
- jet tempur
- jin
- JPEG
- K-Lite Codec Pack Mega
- kaca mata 3d
- kaldera
- kamera
- Kamera NX30
- kamera ultrapixel
- kanker
- karir
- kartu grafis
- kata bijak
- kata hikmah
- kata motivasi
- kawasaki
- keajaiban alam
- keamanan
- kebencian
- kehidupan
- kelenjar pituitary
- KEMKOMINFO
- kendali intuitif
- kepribadian
- keracunan
- kernel android
- kernel Linux 2.6.38
- kesehatan
- Ketakutan
- keuangan
- keyboard
- Kickstarter
- kimia
- kisah
- KitKat
- kode rahasia
- komparasi
- komputer
- Komputer Android
- komputer forensik
- komputer kognitif
- komputer portabel
- komputer rakitan
- komputer tablet
- konsep
- konsol game
- kontrol gerak
- korea
- kosmologi
- kota yang hilang
- kriminal
- krisis ekonomi
- kromosom
- kuku
- kustom ROM
- lalulintas
- LAN
- Lancetfish
- langit
- laptop
- laptop terbaru
- Larry Page
- laser
- laut
- layanan awan
- layar
- layar fleksibel
- layar transparan
- lcd
- lemak
- lenovo
- Lenovo A10
- Lenovo A8-50
- Lenovo A805e
- Lenovo A850+
- Lenovo A859
- Lenovo Golden Warrior
- Lenovo K7T Kingdom
- Lenovo S650
- Lenovo S660
- Lenovo S898T
- Lenovo S930
- Lenovo Vibe Shot
- Lenovo Vibe X
- Lenovo Vibe Z
- lensa
- LG
- LG G Pad 8.3
- LG G Watch
- LG G2
- LG Optimus
- LG Optimus L1 II
- life style
- lingkungan
- linux
- Linux Mint
- LIPI
- List of Ubuntu releases
- listrik
- low-end
- LTE
- luar angkasa
- lucu
- lumia
- lumia 1020
- lumia 1520
- Lumia 525
- lunar perigee
- maag
- Mac OS
- Mac Pro
- Macbook Pro
- makanan
- makrokosmos
- malas
- Malaysia
- malware
- manajemen
- manual update
- manusia
- maps
- mario teguh
- mars
- masakan
- Master Boot Record
- mata
- matahari
- MATE
- matematika
- medan magnet
- media player
- media streaming
- MediaPad 7 Youth
- medis
- MeeGo
- Meizu
- Meizu MX3
- memory
- mendengkur
- mengapa
- Mengasihani diri
- merapi
- merkurius
- mesin
- mesir
- messenger
- microsoft
- Microsoft Kinect
- microsoft office
- middle-of-the-night insomnia
- mikrobiologi
- mikrokosmos
- mineral
- mini pc
- minyak
- minyak goreng
- misteri
- MIT
- Mito
- mobil
- mobile
- mobile game
- Mobile Hotspot
- mobile technology
- modem
- modem baseband
- molekul
- monitor
- moral
- motherboard
- Moto 360
- Moto G
- moto x
- motoGP
- motor
- motorola
- mouse
- mozilla
- ms word
- mualaf
- multi-core
- Multi-core processor
- musik
- MySQL
- nanopartikel
- nanoshell
- nanoteknologi
- nanowires
- narkoba
- Narsistik
- nasa
- nasional
- nationalgeographic
- Natty Narwhal Transmission 2 ubuntu
- Near Field Communication
- nebula
- netbook
- new
- New Andromax I
- New Andromax V
- new technology
- newkia
- news
- nexian
- Nexus
- nexus 10
- nexus 4
- Nexus 5
- Nexus 6
- nexus 7
- Nexus 9
- nfc
- nintendo
- nirkabel
- nocturnal awakenings
- nokia
- nokia android
- Nokia Asha series
- Nokia Normandy
- Nokia X
- Nokia X+
- Nokia XL
- notebook
- nuklir
- nvidia
- NVIDIA Quadro K6000
- Nvidia Tegra
- obat
- Octa-Core
- office 365
- Office Mobile
- online storage
- open source
- opera
- opera mini
- operating sistem
- opini
- Oppo
- OPPO Find 5 Mini
- Oppo Find 7
- Oppo Find 7a
- Oppo N1
- Oppo N1 MinI
- Oppo R1
- Oppo R5
- Oppo R833T
- Optical Character Recognition
- optik
- Oracle
- orange
- orion
- os
- os bada
- osama
- osteoporosis
- otak
- otomotif
- otomotiv
- overclock
- Overclocking
- Ovi Store
- ozon
- padfone
- paleontologi
- panasonic
- parasit
- partikel
- partisi
- Patofisiologi
- pc game
- pelarangan babi
- pemrograman
- penawar racun jiwa
- pencarian
- pendidikan
- penelitian
- penemu
- pengawetan
- pengetahuan umum
- penuaan
- penyakit
- penyakit ikan
- penyimpanan di awan
- Personal computer
- pesawat masa depan
- pesawat siluman
- pesawat terbang
- pesawat udara
- peta indonesia
- phablet
- phising
- phone
- photoshop
- photothermal
- PHP
- pilkada
- planet
- plastik
- playstation
- PNG
- pohon
- Pokemon Go
- politik
- polusi
- Polypterus Senegalus
- polytron
- ponsel
- Ponsel 4K
- ponsel android terbaik
- ponsel android terbaru
- ponsel china
- ponsel murah
- pornografi
- Pre-order
- Precise Pangolin
- presentasi
- printer
- printer 3-D
- privacy
- profil
- program
- programing
- programmer
- project loon
- project tango
- prosesor
- protokol
- PS2
- PS3
- PS4
- psikologi
- pssi
- quad-core
- Qualcomm Snapdragon 800
- Quickoffice
- qwerty
- racun
- radiasi
- radio zigbee
- radioaktif
- RAM
- ramah lingkungan
- ramalan bintang
- Rasa rendah diri
- Raspberry Pi
- RC6 LibreOffice 3.3.1
- Realitas
- recovery
- religi
- remaja
- remote control
- remote komputer
- renungan
- Repeater
- resep masakan
- review
- review axelo
- review suzuki axelo
- riset
- robot
- rokok
- root
- router
- Rterg
- ruang angkasa
- rumor
- rupiah
- s-40
- safety car
- sains
- sampah
- samsung
- samsung ativ Q
- Samsung Galaxy
- Samsung Galaxy Alpha
- Samsung Galaxy Beam 2
- Samsung Galaxy Camera 2
- Samsung Galaxy Core 2
- Samsung Galaxy Note
- samsung galaxy s
- samsung galaxy s 3
- Samsung Galaxy S2
- Samsung Galaxy S3 Mini
- samsung galaxy s4
- Samsung Galaxy S5 Mini
- Samsung Galaxy Star 2 Plus
- Samsung Galaxy Tab
- Samsung Galaxy Tab 3 Game Edition
- Samsung Galaxy Y
- Samsung Gear 2
- Samsung Gear Live
- Samuel Wilson
- sandi
- satelit
- satelit messenger
- Sawfish
- sayap
- sci-fi
- science
- scrip
- search
- security
- sejarah
- sejarah ponsel
- seks
- seks bebas
- sel
- selular
- semesta
- semut
- seni
- senjata
- seo
- sepakbola
- serangga
- serba-serbi
- Sergey Brin
- server
- Sigmund Freud
- simbol nasional
- sinar x
- sistem operasi
- Skimming
- sky
- Skype
- slider
- Slideshow
- smart card
- smartbird
- smartfren
- smartfren andro
- smartfren andromax
- Smartfren Andromax V
- smartphone
- smartphone proyektor
- smartphone-talbet
- SmartShot
- SmartTV
- smartwatch
- sms
- sms gratis
- snaptu
- social bot
- software
- software gratis
- software terbaru
- Sony
- sony ericsson
- Sony Xperia E
- Sony Xperia E1
- Sony Xperia L
- sony xperia M
- Sony Xperia Tablet Z
- sony xperia z
- Sony Xperia Z1 Compact
- space
- spam
- spammer
- spektakuler
- spesifikasi suzuki axelo
- sport
- Stagnasi
- steve jobs
- street view
- Sturgeon
- suhu bumi
- superkomputer
- supermoon
- supersonik
- suplemen
- surface
- suzuki
- Suzuki Hayate 125
- suzuki shogun axelo
- symantec
- symbian
- system maintenance
- tablet android
- tablet gaming
- tablet khusus anak
- tablet murah
- tablet pc
- tablet terbaru
- tablet termurah
- tablet tv
- taman nasional
- tanaman
- tcp/ip
- TeamViewer
- tegra 2
- tegra 4
- Tegra Note
- teknologi
- teknologi baru
- teknologi bionik
- teknologi kamera
- teknologi masa depan
- teknologi nano
- teknologi nirkabel
- teknologi terbaik
- teknologi terbaru
- teknologi zaman dahulu
- temperatur
- tenaga surya
- tentang android
- teroris
- tesla
- test
- test psikologis
- Tethering
- Thomas Zilliacus
- tidur
- tilang
- timnas
- tips
- tips kesehatan
- tips trik
- tizen
- toko online
- tokoh
- toleran
- tool
- toolkit
- toshiba
- TouchLess Control
- touchpad
- touchscreen
- Transformer Pad TF701T
- Transparent Displays
- travel
- trigonometri
- tsunami
- tubuh manusia
- tulang
- tumor
- tutorial blog
- tweak android
- ubuntu
- Ubuntu 11.04 Alpha 3
- Ubuntu 12.04.3 LTS
- ubuntu 13.10
- ubuntu edge
- UEFI
- ufo
- ulang alik
- ulat
- Ultra high definition television
- ultrabook
- UltraSharp
- Uncle Sam
- Unified Extensible Firmware Interface
- unik
- universe
- unix
- update
- upgrade gingerbread ke jellybean
- upgrade manual
- UPS
- usb
- usb OTG
- USGS
- utilities
- Vibe X2
- video
- video 4K
- video call
- video codec
- virus
- virus ebola
- virus trojan
- vitamin
- vivo
- voice
- voip
- VP8
- vp9 codec
- VPN
- wabah
- wallpaper
- WAT
- water proof
- Web browser
- web desain
- web kit
- web site
- webcam
- webM
- WebOS
- WebP
- wi-fi
- wifi
- wikileaks
- wikipad
- windows
- windows 10
- windows 7
- windows 8
- windows 8.1
- windows blue
- Windows Phone
- windows phone 7.5
- windows phone 8
- windows RT
- windows xp
- wireless
- Wireless Charging
- wishbone
- WP7
- xampp
- XBox
- xenon
- Xiaomi
- Xiaomi Mi3
- XiaoMi Redmi Note
- xperia
- Xperia C3
- Xperia E3
- Xperia T2 Ultra
- xperia z ultra
- xperia z1
- Xperia Z3
- yahoo
- yamaha
- yogya
- yotaphone
- youtube
- yuri gagarin
- ZenFone 5
- ZenFone 6
- ZTE
Labels
- 1 ghz
- 1080p
- 1Tap Clean
- 3-D printing
- 3D
- 4 inchi
- 4core
- 4G
- 64bit
- A15
- abu dhabi
- Access Point
- acer
- Acer C720P
- Acer Iconia
- Acer Iconia A1-713
- Acer Iconia A1-830
- Acer Iconia Tab
- Acer Iconia W4
- Acer Liquid Z5
- adat
- adb
- adobe
- adsense
- ADSL
- Advan
- Advan T5C
- Advan Vandroid Harvard T3C
- aerodinamis
- aeromodelling
- afganistan
- aids
- air susu ibu
- ajax
- aksesoris
- akuntansi
- Al-Qur'an
- Alcatel
- Alcatel HERO
- Alcatel One Touch
- Alcatel Onetouch D920
- algoritma
- aljabar
- all-in-one-pc
- Alligator Gar
- amazon kindle fire
- amd
- amerika
- amoled
- anak
- anatomi
- android
- android 2.3
- android 4.1
- android 4.2
- android 4.3
- android 4.4
- android 4.o
- Android 5.0
- Android 5.0 Lollipop
- Android Device Manager
- Android Gingerbread
- Android Gingerbread 2.3
- Android L
- Android One
- Android Wear
- Android-x86
- Andromac C
- Andromax G
- Andromax I2
- Andromax R
- Andromax T
- Andromax Tab 8.0
- Andromax U3
- Andromax Z
- Andromixx Pixcom
- aneh
- angiogenesis
- angry birds rovio
- animasi
- antariksa
- antena
- anti virus
- antropologi
- apache
- APK
- aplikasi
- aplikasi android
- aplikasi facebook
- aplikasi kamera
- aplikasi office
- aplikasi terbaru
- Aplikasi web
- App Cache Cleaner
- apple
- Arapaima
- archos
- arkeologi
- ARM cortex
- ART
- arti kata
- Arwana
- asam amino
- asha
- Asha 230
- asteroid
- astrofisika
- astronomi
- astronomi dalam Al qur'an
- astronot
- Asus
- ASUS MeMo Pad
- ASUS Transformer
- ASUS Transformer Book Duet TD300
- ASUS ZenFone 2
- Asus ZenFone 4
- atlantis
- ATM
- atmosfir
- attack kit
- audio codec
- AVG
- axelo
- babi
- bada os
- bahan bakar
- bahasa C++
- bakteri
- bandros
- bandwidth
- banner
- baterai
- bbm
- bbm for android
- bbm gingerbread
- BBM lumia
- bencana
- bencana alam
- bengkel
- berita
- berita teknologi
- best-seller
- biji asam
- binatang
- bintang
- biodiesel
- biografi
- biologi
- biomaterial
- biomedis
- bionik
- Bionz
- BIOS
- bisnis
- bisnis online
- bisphosphonates
- black hole
- blackberry
- blackberry 10
- blackberry code
- blackberry messenger
- blackberry playbook
- Blackberry Z3
- blogger
- BlueStacks
- BlueStacks App Player
- bluetooth
- BMW
- board
- bola
- booting
- borland
- botnet Zeus
- bottleneck
- broadband
- Broadcom
- browser
- bts
- buku
- buku digital
- bulan
- bumi
- buruh
- burung
- Cache
- canggih
- Canon EOS
- canonical
- capital inflow
- cara instal wine di linux mint
- cara instal wine menggunakan terminal
- CEO google
- cerita bijak
- CES 2014
- charger
- chart
- chat
- china
- chip
- chrome
- chrome os
- Chromebook
- chromecast
- Cinnamon
- cinta
- citra
- cloud computing
- coding
- Coelacanth
- cognitive computing
- ColorOS
- computer
- Computer monitor
- corby
- core
- coronal hole
- CPU
- css
- cuaca
- Custom ROM
- cyanobacteria
- CyanogenMod
- cyber crime
- CyberShot
- cyborg
- daftar software terbaik
- Dalvik
- dasar-dasar android
- data center
- dell
- demografi
- dermatology
- desain
- diabetes
- did you know?
- directx
- dirgantara
- discovery
- display
- distro linux
- dns
- do you know?
- domain
- Dong Nguyen
- doodle
- down syndrome
- download
- download gratis
- download program terbaru
- drive
- driver
- DSLR
- dual boot
- dual core
- dukun
- dunia
- dunia islam
- dunia satwa
- e-ktp
- e-learning
- E-TLE
- E.sakazakii
- E7
- earth
- EFI System Partition
- Egoistis
- ekonomi
- Electronic Traffic Law Enforcement
- emas
- Emulator
- emulator android
- energi
- environment
- enzim
- Eric Schmidt
- Error Instalasi
- Eseries
- EVDO
- evolusi
- Exmor
- exynos
- Exynos 5 Octa
- Facebook Lite
- farmasi
- FBI
- fenomena alam
- fiber optik
- fiksi ilmiah
- film
- filosofi
- filsafat
- finlandia
- firefox
- firefox os
- firewall
- firmware
- fisika
- fisiologi
- fitur baru google
- Flappy Bird
- flashdisk
- flickr
- flu
- flu burung
- fobia
- forensik
- format gambar
- fosil
- foto
- Foto Editing
- fotografi
- freeware
- frekuensi
- Frilled Shark
- froyo
- fujitsu
- furcula
- G Pad 8.3
- gadget
- Galaxy ACE 2
- Galaxy Ace 4
- Galaxy Ace Style
- Galaxy Camera
- galaxy core
- galaxy gear
- Galaxy GRAND
- Galaxy Grand 2
- Galaxy J
- galaxy mega
- galaxy note
- galaxy note 10.1
- galaxy note 2
- galaxy note 3
- Galaxy Note 3 Neo
- Galaxy NotePro 12.2
- galaxy round
- galaxy s3 mini
- Galaxy S3 Slim
- Galaxy S4 Active
- galaxy s4 mini
- Galaxy S4 Zoom
- Galaxy S5
- Galaxy S5 Zoom
- galaxy tab
- galaxy tab 3
- galaxy tab 3 kids
- Galaxy Tab 3 Lite
- galaxy trend
- galaxy win
- galaxy Y
- galaxy young
- gambar GIF
- game
- game online
- GamePad
- gangguan tidur
- gaya angkat
- gaya hidup
- Gear 2 Neo
- Gear Fit
- gelombang radio
- gempa
- gen
- genetik
- geodynamo
- geofisika
- geografi
- geologi
- Gigabyte
- Gigabyte Tegra Notes 7
- gingerbread
- Global Positioning System
- gmail
- google adsense
- Google Books
- Google Cast API
- Google Chrome
- google drive
- google glass
- google keep
- google maps
- Google Nexus
- google now launcher
- Google Play Edition
- google play for education
- google play store
- Google Smartwatch
- Google Summer of Code
- google+
- googleX
- GPS
- GPS Status & Toolbox
- GPU
- grafik
- grafologi
- graphics card
- greenpeace
- gsm
- gunung api
- H.265
- H7N9
- hacker
- hacking
- Hagfish
- Haier Maxx
- handphone
- handphone terbaru
- handset
- hangouts
- haram
- harddisk
- hardisk
- hardware
- harga axelo
- harga memory
- harga nexus 4
- harga suzuki axelo
- harga suzuki shogun axelo
- helicopter
- heliosphere
- hewan beracun
- hinode
- hipersonik
- hisense
- Hisense X1
- honami
- honda
- hormon
- hosting
- hotspot
- HP
- hp android terbaru
- Hp Cina
- HP Slate7 Extreme
- HP Slate7 Plus
- hp terkecil
- HTC
- HTC Desire 500
- HTC Desire XC
- htc one
- HTC One M8
- HTC One Max
- htc one mini
- HTC One SC
- HTML
- html5
- Huawei
- Huawei Ascend Mate
- Huawei Ascend P1
- Huawei Ascend W1-C00
- hukum
- humanoid
- hybrid
- IBEX
- IBM
- ice cream sandwich
- iconia
- Iconia A3
- idm
- ikan
- ikan prasejarah
- iklan adsense
- iklim
- ilmu
- ilmu komputer
- ilmu nujum
- ilmuwan
- ilusi optik
- IMO
- india
- indonesia
- indosat
- industri
- info
- infoggraphic
- inggris
- inovasi
- insomnia
- inspirasi
- inspirator
- instal
- intel
- Intel Atom
- internasional
- internet
- iOS
- ios7
- IP address
- iPad
- iPad 2 apple
- iPad 4
- iPad Air
- iPad mini
- iPhone
- iphone 5c
- iphone 5s
- iPhone 6
- iPhone murah
- ips
- IQ
- islam
- ISP
- ISS
- istilah
- ITB
- J2ME
- James Montgomery
- janin
- jantung
- jaringan
- java
- Java Development Kit
- Java Virtual Machine
- javascript
- jejaring sosial
- jelly bean
- jepang
- jerman
- jet tempur
- jin
- JPEG
- K-Lite Codec Pack Mega
- kaca mata 3d
- kaldera
- kamera
- Kamera NX30
- kamera ultrapixel
- kanker
- karir
- kartu grafis
- kata bijak
- kata hikmah
- kata motivasi
- kawasaki
- keajaiban alam
- keamanan
- kebencian
- kehidupan
- kelenjar pituitary
- KEMKOMINFO
- kendali intuitif
- kepribadian
- keracunan
- kernel android
- kernel Linux 2.6.38
- kesehatan
- Ketakutan
- keuangan
- keyboard
- Kickstarter
- kimia
- kisah
- KitKat
- kode rahasia
- komparasi
- komputer
- Komputer Android
- komputer forensik
- komputer kognitif
- komputer portabel
- komputer rakitan
- komputer tablet
- konsep
- konsol game
- kontrol gerak
- korea
- kosmologi
- kota yang hilang
- kriminal
- krisis ekonomi
- kromosom
- kuku
- kustom ROM
- lalulintas
- LAN
- Lancetfish
- langit
- laptop
- laptop terbaru
- Larry Page
- laser
- laut
- layanan awan
- layar
- layar fleksibel
- layar transparan
- lcd
- lemak
- lenovo
- Lenovo A10
- Lenovo A8-50
- Lenovo A805e
- Lenovo A850+
- Lenovo A859
- Lenovo Golden Warrior
- Lenovo K7T Kingdom
- Lenovo S650
- Lenovo S660
- Lenovo S898T
- Lenovo S930
- Lenovo Vibe Shot
- Lenovo Vibe X
- Lenovo Vibe Z
- lensa
- LG
- LG G Pad 8.3
- LG G Watch
- LG G2
- LG Optimus
- LG Optimus L1 II
- life style
- lingkungan
- linux
- Linux Mint
- LIPI
- List of Ubuntu releases
- listrik
- low-end
- LTE
- luar angkasa
- lucu
- lumia
- lumia 1020
- lumia 1520
- Lumia 525
- lunar perigee
- maag
- Mac OS
- Mac Pro
- Macbook Pro
- makanan
- makrokosmos
- malas
- Malaysia
- malware
- manajemen
- manual update
- manusia
- maps
- mario teguh
- mars
- masakan
- Master Boot Record
- mata
- matahari
- MATE
- matematika
- medan magnet
- media player
- media streaming
- MediaPad 7 Youth
- medis
- MeeGo
- Meizu
- Meizu MX3
- memory
- mendengkur
- mengapa
- Mengasihani diri
- merapi
- merkurius
- mesin
- mesir
- messenger
- microsoft
- Microsoft Kinect
- microsoft office
- middle-of-the-night insomnia
- mikrobiologi
- mikrokosmos
- mineral
- mini pc
- minyak
- minyak goreng
- misteri
- MIT
- Mito
- mobil
- mobile
- mobile game
- Mobile Hotspot
- mobile technology
- modem
- modem baseband
- molekul
- monitor
- moral
- motherboard
- Moto 360
- Moto G
- moto x
- motoGP
- motor
- motorola
- mouse
- mozilla
- ms word
- mualaf
- multi-core
- Multi-core processor
- musik
- MySQL
- nanopartikel
- nanoshell
- nanoteknologi
- nanowires
- narkoba
- Narsistik
- nasa
- nasional
- nationalgeographic
- Natty Narwhal Transmission 2 ubuntu
- Near Field Communication
- nebula
- netbook
- new
- New Andromax I
- New Andromax V
- new technology
- newkia
- news
- nexian
- Nexus
- nexus 10
- nexus 4
- Nexus 5
- Nexus 6
- nexus 7
- Nexus 9
- nfc
- nintendo
- nirkabel
- nocturnal awakenings
- nokia
- nokia android
- Nokia Asha series
- Nokia Normandy
- Nokia X
- Nokia X+
- Nokia XL
- notebook
- nuklir
- nvidia
- NVIDIA Quadro K6000
- Nvidia Tegra
- obat
- Octa-Core
- office 365
- Office Mobile
- online storage
- open source
- opera
- opera mini
- operating sistem
- opini
- Oppo
- OPPO Find 5 Mini
- Oppo Find 7
- Oppo Find 7a
- Oppo N1
- Oppo N1 MinI
- Oppo R1
- Oppo R5
- Oppo R833T
- Optical Character Recognition
- optik
- Oracle
- orange
- orion
- os
- os bada
- osama
- osteoporosis
- otak
- otomotif
- otomotiv
- overclock
- Overclocking
- Ovi Store
- ozon
- padfone
- paleontologi
- panasonic
- parasit
- partikel
- partisi
- Patofisiologi
- pc game
- pelarangan babi
- pemrograman
- penawar racun jiwa
- pencarian
- pendidikan
- penelitian
- penemu
- pengawetan
- pengetahuan umum
- penuaan
- penyakit
- penyakit ikan
- penyimpanan di awan
- Personal computer
- pesawat masa depan
- pesawat siluman
- pesawat terbang
- pesawat udara
- peta indonesia
- phablet
- phising
- phone
- photoshop
- photothermal
- PHP
- pilkada
- planet
- plastik
- playstation
- PNG
- pohon
- Pokemon Go
- politik
- polusi
- Polypterus Senegalus
- polytron
- ponsel
- Ponsel 4K
- ponsel android terbaik
- ponsel android terbaru
- ponsel china
- ponsel murah
- pornografi
- Pre-order
- Precise Pangolin
- presentasi
- printer
- printer 3-D
- privacy
- profil
- program
- programing
- programmer
- project loon
- project tango
- prosesor
- protokol
- PS2
- PS3
- PS4
- psikologi
- pssi
- quad-core
- Qualcomm Snapdragon 800
- Quickoffice
- qwerty
- racun
- radiasi
- radio zigbee
- radioaktif
- RAM
- ramah lingkungan
- ramalan bintang
- Rasa rendah diri
- Raspberry Pi
- RC6 LibreOffice 3.3.1
- Realitas
- recovery
- religi
- remaja
- remote control
- remote komputer
- renungan
- Repeater
- resep masakan
- review
- review axelo
- review suzuki axelo
- riset
- robot
- rokok
- root
- router
- Rterg
- ruang angkasa
- rumor
- rupiah
- s-40
- safety car
- sains
- sampah
- samsung
- samsung ativ Q
- Samsung Galaxy
- Samsung Galaxy Alpha
- Samsung Galaxy Beam 2
- Samsung Galaxy Camera 2
- Samsung Galaxy Core 2
- Samsung Galaxy Note
- samsung galaxy s
- samsung galaxy s 3
- Samsung Galaxy S2
- Samsung Galaxy S3 Mini
- samsung galaxy s4
- Samsung Galaxy S5 Mini
- Samsung Galaxy Star 2 Plus
- Samsung Galaxy Tab
- Samsung Galaxy Tab 3 Game Edition
- Samsung Galaxy Y
- Samsung Gear 2
- Samsung Gear Live
- Samuel Wilson
- sandi
- satelit
- satelit messenger
- Sawfish
- sayap
- sci-fi
- science
- scrip
- search
- security
- sejarah
- sejarah ponsel
- seks
- seks bebas
- sel
- selular
- semesta
- semut
- seni
- senjata
- seo
- sepakbola
- serangga
- serba-serbi
- Sergey Brin
- server
- Sigmund Freud
- simbol nasional
- sinar x
- sistem operasi
- Skimming
- sky
- Skype
- slider
- Slideshow
- smart card
- smartbird
- smartfren
- smartfren andro
- smartfren andromax
- Smartfren Andromax V
- smartphone
- smartphone proyektor
- smartphone-talbet
- SmartShot
- SmartTV
- smartwatch
- sms
- sms gratis
- snaptu
- social bot
- software
- software gratis
- software terbaru
- Sony
- sony ericsson
- Sony Xperia E
- Sony Xperia E1
- Sony Xperia L
- sony xperia M
- Sony Xperia Tablet Z
- sony xperia z
- Sony Xperia Z1 Compact
- space
- spam
- spammer
- spektakuler
- spesifikasi suzuki axelo
- sport
- Stagnasi
- steve jobs
- street view
- Sturgeon
- suhu bumi
- superkomputer
- supermoon
- supersonik
- suplemen
- surface
- suzuki
- Suzuki Hayate 125
- suzuki shogun axelo
- symantec
- symbian
- system maintenance
- tablet android
- tablet gaming
- tablet khusus anak
- tablet murah
- tablet pc
- tablet terbaru
- tablet termurah
- tablet tv
- taman nasional
- tanaman
- tcp/ip
- TeamViewer
- tegra 2
- tegra 4
- Tegra Note
- teknologi
- teknologi baru
- teknologi bionik
- teknologi kamera
- teknologi masa depan
- teknologi nano
- teknologi nirkabel
- teknologi terbaik
- teknologi terbaru
- teknologi zaman dahulu
- temperatur
- tenaga surya
- tentang android
- teroris
- tesla
- test
- test psikologis
- Tethering
- Thomas Zilliacus
- tidur
- tilang
- timnas
- tips
- tips kesehatan
- tips trik
- tizen
- toko online
- tokoh
- toleran
- tool
- toolkit
- toshiba
- TouchLess Control
- touchpad
- touchscreen
- Transformer Pad TF701T
- Transparent Displays
- travel
- trigonometri
- tsunami
- tubuh manusia
- tulang
- tumor
- tutorial blog
- tweak android
- ubuntu
- Ubuntu 11.04 Alpha 3
- Ubuntu 12.04.3 LTS
- ubuntu 13.10
- ubuntu edge
- UEFI
- ufo
- ulang alik
- ulat
- Ultra high definition television
- ultrabook
- UltraSharp
- Uncle Sam
- Unified Extensible Firmware Interface
- unik
- universe
- unix
- update
- upgrade gingerbread ke jellybean
- upgrade manual
- UPS
- usb
- usb OTG
- USGS
- utilities
- Vibe X2
- video
- video 4K
- video call
- video codec
- virus
- virus ebola
- virus trojan
- vitamin
- vivo
- voice
- voip
- VP8
- vp9 codec
- VPN
- wabah
- wallpaper
- WAT
- water proof
- Web browser
- web desain
- web kit
- web site
- webcam
- webM
- WebOS
- WebP
- wi-fi
- wifi
- wikileaks
- wikipad
- windows
- windows 10
- windows 7
- windows 8
- windows 8.1
- windows blue
- Windows Phone
- windows phone 7.5
- windows phone 8
- windows RT
- windows xp
- wireless
- Wireless Charging
- wishbone
- WP7
- xampp
- XBox
- xenon
- Xiaomi
- Xiaomi Mi3
- XiaoMi Redmi Note
- xperia
- Xperia C3
- Xperia E3
- Xperia T2 Ultra
- xperia z ultra
- xperia z1
- Xperia Z3
- yahoo
- yamaha
- yogya
- yotaphone
- youtube
- yuri gagarin
- ZenFone 5
- ZenFone 6
- ZTE



.jpg)





